Soloraya
Sabtu, 8 Oktober 2022 - 18:55 WIB

Hendak Jual Ciu Klutuk, 2 Pemuda Terjaring Operasi Pekat di Taman Sriwedari

R Bony Eko Wicaksono  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Polisi memeriksa kantung plastik berisi minuman keras jenis ciu di sekitar Taman Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (7/10/2022). (Istimewa/Polsek Laweyan)

Solopos.com, SOLO — Jajaran Polsek Laweyan, Kota Solo, menggagalkan transaksi penjualan minuman keras (miras) jenis ciu secara online di Jl. Slamet Riyadi sekitar Taman Sriwedari, Jumat (7/10/2022) malam. Dua penjual miras masing-masing MMN dan KIW digelandang ke Mapolsek Laweyan untuk dimintai keterangan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (8/10/2022), aparat kepolisian menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) dengan sasaran praktik prostitusi, peredaran miras. dan perjudian. Mereka menyusuri sejumlah ruas jalan protokol dan gang perkampungan di wilayah Laweyan.

Advertisement

Saat melewati depan Taman Sriwedari, petugas mendapati dua pemuda tengah duduk di pinggir jalan. Mereka membawa dua kantong plastik. Setelah dibuka, ternyata berisi ciu kutuk empat botol. Masing-masing berisi 1,5 liter.

Kapolsek Laweyan, AKP Galuh Pandu Pandega, mengatakan mereka tengah menunggu calon pembeli di sekitar Taman Sriwedari. Ciu itu dipasarkan secara online. “Penjualan miras dilakukan secara online lewat platform media sosial (medsos). Nah, setelah transaksi jual-beli miras deal atau sepakat maka pembayaran dilakukan secara COD [bayar di tempat]. Lokasi bertemu sesuai kesepakatan antara penjual dan pembeli,” kata dia, Sabtu.

Baca Juga: Pesta Miras Dengan Musik Keras, 8 Pemuda Digulung Tim Sparta Solo

Advertisement

Selain ciu empat botol, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor pelaku. Mereka dijerat tindak pidana ringan (tipiring) sebagai efek jera agar tidak lagi menjual miras jenis ciu.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka menjual beragam miras sejak beberapa bulan lalu. Mereka memanfaatkan medsos untuk mempromosikan dan menawarkan miras kepada masyarakat.

“Polisi bakal melakukan operasi pekat secara rutin untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Masyarakat bisa memberi informasi jika mengetahui ada praktik perjudian, peredaran miras maupun narkoba,” ujar dia.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif