SOLOPOS.COM - Warga berusaha mendorong bus yang macet akibat nekat menerobos genangan air di Viaduk, Gilingan, Solo, beberapa waktu lalu.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Solo, dua megaproyek infrastruktur di Solo ditunda pengerjaannya pada tahun ini.

Solopos.com, SOLO–Proyek pembangunan jembatan Tirtonadi dan underpass Viaduk Gilingan terpaksa ditunda pekerjaan pada tahun ini. Belum rampungnya pembebasan lahan warga menjadikan realisasi dua proyek infrastruktur di Kota Solo itu terganjal.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan proyek pembangunan jembatan Tirtonadi dan underpass Viaduk Gilingan baru dikerjakan tahun depan. Sedianya, kedua pekerjaan infrastruktur yang dibiayai pemerintah pusat dijadwalkan berlangsung tahun ini.

“Tapi karena pembebasan lahan milik warga di sekitar lokasi proyek belum selesai, maka Pusat memutuskan memulai pengerjaannya 2017,” kata Sita, sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Senin (6/6/2016).

Sita telah menerima informasi pembatalan pengerjaan kedua proyek tersebut. Tahun ini, Sita mengatakan Pemkot fokus pada pembebasan lahan. Pemkot menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Setidaknya ada lima hunian milik warga yang terdampak pembangunan Jembatan Tirtonadi. Dari lima, masih menyisakan dua hunian yang belum diselesaikan.

“Dana Rp 1,5 miliar baru cukup untuk membebaskan tiga hunian. Sisanya baru diajukan dalam pembahasan APBD Perubahan 2016 atau APBD 2017,” kata Sita.

Sesuai perencanaan, Jembatan Tirtonadi di atas Kali Anyar akan ditambah. Sebanyak dua jembatan baru rencananya dibangun di sebelah barat jembatan lama, di mana jembatan tambahan itu masing-masing akan dikhususkan sebagai fasilitas penyeberangan kendaraan dan pejalan kaki. “Jadi satu jembatan untuk penyeberangan kendaraan dan satu jembatan gantung khusus pejalan kaki,” katanya.

Sita menuturkan penambahan Jembatan Tirtonadi diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Pierre Tendean. Selain itu mengurai kepadatan lalu lintas  di kawasan Solo utara jika jalan tol Solo-Kertosono (Soker) resmi dioperasionalkan. Sedangkan untuk pembangunan underpass viaduk Gilingan, Sita menambahkan dibangun untuk memudahkan kendaraan berat melintas di lokasi tersebut. Proyek pembangunan nantinya akan memperdalam kedalaman Viaduk Gilingan. Ketinggian Viaduk Gilingan selama ini dinilai kurang, yakni hanya 3,4 meter. Hal ini membuat bus AC maupun truk besar tidak bisa melewati Viaduk Gilingan. Kendaraan tersebut kemudian dialihkan melalui Jl. S. Parman dan Jl. Monginsidi. Bahkan, kerap ada kasus beberapa bus AC yang nekat melintas di VIaduk Gilingan. Akibatnya badan bus justru terjebak palang besi tepat sebelum masuk ke Viaduk Gilingan.

“Ketinggian Viaduk memang di bawah standar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Lalu lintas dan Jalan Raya yang menyebut ketinggian minimal viaduk 4,2 meter,” kata dia.

Untuk pembebasan lahan underpass viaduk Gilingan, Sita mengatakan sepenuhnya ditangani pemerintah pusat. Pemkot hanya membantu mengkomunikasikan hal itu kepada warga terdampak.

Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mengakui ada penundaan proyek viaduk. Rudy sapaan akrabnya mengatakan sebenarnya tidak banyak permukiman penduduk yang terdampak pelebaran viaduk. Rudy mengatakan pembangunan underpass Viaduk Gilingan mendesak dikerjakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya