SOLOPOS.COM - Terminal Pilangsari Sragen (Dok/Solopos)

Infrastruktur Sragen terus ditata oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Salah satunya Terminal Pilangsari yang diwacanakan dipindah karena lokasinya kurang strategis.

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mewacanakan bakal memindah Terminal Pilangsari, Sragen, menyusul adanya pembangunan tol yang melintasi wilayah Bumi Sukowati.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen, Heru Martono, Senin (12/1/2015). Menurut Heru, selain adanya pembangunan tol, Terminal Pilangsari perlu dipindah karena saat ini menempati lokasi yang dinilai kurang strategis.

“Ada dua poin alasan utama peminadahan Terminal Pilangsari, yakni ada pembangunan jalan tol dan lokasinya saat ini yang memang kurang efektif. Kami mencoba membangun terminal baru yang lebih baik lagi,” kata Heru.

Heru mengatakan Pemkab Sragen sempat mempunyai beberapa opsi lokasi baru untuk dibangun terminal baru. Namun, berdasarkan hasil kajian tim dari proyek wacana pembangunan terminal baru, lanjut Heru, memilih wilayah di bagian utara simpang empat Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, sebagai lokasi pembangunan terminal baru.

“Ada beberapa pilihan lokasi pembangunan terminal baru, seperti di Nglangon, Sragen, dan Pungkruk, Sidoharjo. Semuanya merupakan lahan milik pemerintah. Namun, tim cenderung memilih wilayah di bagian perempatan Pungkruk untuk dibangun terminal baru karena lebih strategis,” ujar Heru.

Saat ditanya mengenai jadwal pemindahan atau pembangunan terminal baru, Heru mejelasakan belum ada kepastian. Meski tidak menyampaikan jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan terminal baru, menurut dia, Pemkab Sragen saat ini masih mencari tambahan dana hingga belum bisa memastikan pembangunan terminal.

“Pelaksanaan [pembangunan] terminal belum tahu. Kalau mengandalkan APBD belum bisa. Pemabngunan terminal butuh dana besar. Kalau bisa kami berharap ada [dana] dari APBD Pemprov Jateng atau APBN. Jadi memang belum ada kepastian,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Pilangsari, Sugeng, mengakui tata ruang Terminal Pilangsari saat ini dalam kondisi buruk karena masih terdapat sejumlah sarana prasarana yang belum mendukung pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Menurut Sugeng, salah satu fasilitas Terminal Pilangsari yang masih banyak mendapat keluhan dari masyarakat yakni ruang tunggu.

“Jarak antara ruang tunggu dengan anjungan pemergentian kendaraan cukup jauh. Calon penumpang yang berada di ruang tunggu harus lari [menghampiri] anjungan ketika bus yang mereka tunggu sudah tiba masuk di terminal. Jadi memang jarak antara ruang tunggu dan angjungan keberangaktan penumpang cukup jauh. Masih memberatkan penumpang,” kata Sugeng.

Selain anjungan, menurut Sugeng, lokasi tower pemantau juga dalam kondisi yang kurang sesuai. Sugeng menilai tower seharusnya berada di sekitar pintu masuk terminal. Namun, saat ini tower berada di sekitar pintu keluar.

“Tower padahal bisa digunakan untuk memantau arus lalu lintas di depan terminal. Seharusnya memang ada petugas yang berada di tower dan menyampaikan setiap kondisi sehingga bisa dipastikan penataan kendaraan dan lalu lintas bisa terkendali. Namun, saat ini tower tidak kami fungsikan. Kami membangun gardu biasa di depan terminal,” papar Sugeng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya