Soloraya
Minggu, 18 Mei 2014 - 14:22 WIB

Inisial Mirip, Caleg PDIP Klaten Ini Sempat Disangka Selingkuh

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok/JIBI/Antara)

Solopos.com, KLATEN — Penggerebekan seorang caleg DPRD terpilih asal Dapil 3 Klaten berinisial AK sempat membuat geger warga. Pasalnya, inisial AK sempat dikira caleg yang diusung PDIP, Andi Kusuma N.

Data yang dihimpun Solopos.com, AK yang digerebak warga karena dugaan kasus perselingkuhan pada Kamis (15/5/2014) malam tersebut adalah caleg yang diusung Partai Gerindra. Namun, sejumlah masyarakat dan tokoh politik sempat salah tanggap karena mengira AK adalah Andi Kusuma, caleg PDIP terpilih yang juga dari Dapil 3 Klaten.

Advertisement

“Sejak pemberitaan itu muncul pada Sabtu (17/5/2014), saya malah yang sering mendapatkan telpon. Dikira saya yang selingkuh, padahal bukan saya. Melainkan AK yang lain,” paparnya kepada Solopos.com, Sabtu.

Pihaknya pun meminta klarifikasi atas kasus tersebut. Pasalnya, saat penggerebekan dirinya juga tengah beristirahat di rumah.

Tidak hanya, Andi Kusuma, Ketua DPC PDIP Klaten, Agus Riyanto, juga sempat mengira AK adalah Andi Kusuma N. Setelah dilakukan pengecekan memang ternyata bukan salah satu kadernya. “Saya juga mendapatkan banyak telpon dikira Pak Andi,” katanya kepada Solopos.com, Sabtu.

Advertisement

Seperti diberitakan sebelumnya, AK digerebeg warga ketika asyik berduaan di rumah wanita di Dusun/Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kamis malam. Diduga, caleg dari Dapil 3 Klaten tersebut berselingkuh dengan EN, seorang wanita yang masih berstatus sebagai istri orang.

Kemarahan warga akhirnya memuncak kala AK kembali berduaan di rumah EN hingga larut malam pada Kamis. Warga pun mengintai gerak-gerik pasangan tak resmi tersebut sejak pukul 22.00 WIB. Sekitar pukul 22.30 WIB, anggota MMI dan warga akhirnya mendatangi rumah EN dan meminta mereka keluar.

Setelah itu, mereka berdua keluar dan sempat digelar dialog bersama ketua RT, RW dan kepala Desa Mundu. Puluhan warga yang sudah terlanjur emosi sempat ingin menghakimi AK.  Lantaran situasi sudah tidak kondusif, kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Tulung. AK akhirnya digelandang ke Mapolsek Tulung untuk dimintai keterangan.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif