Soloraya
Jumat, 4 September 2020 - 06:00 WIB

Jago Berkelahi, Preman Solo Paling Ditakuti Ini Ternyata Tak Pernah Belajar Ilmu Bela Diri

Kurniawan  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pendiri dan pimpinan Gondhez’s, Nunggal di Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, Sabtu (15/8/2020) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Pengalaman bertahun-tahun memimpin geng Gondhez's Solo yang anggotanya ribuan orang membuat Nunggal menjadi preman paling ditakuti pada masanya.

Entah sudah berapa pertarungan fisik baik dengan senjata maupun tangan kosong dilakoni pria yang kini tinggal di wilayah Pucangsawit, Jebres, Solo, ini.

Advertisement

Namun menariknya, meski jago berkelahi, Nunggal ternyata tak pernah sekali pun belajar ilmu bela diri. Ia belajar bertarung secara autodidak dan langsung praktik. Kemampuannya menghadapi lawan-lawannya ia pelajari dari perkelahian-perkelahian yang dijalani.

Konfirmasi Positif Melonjak Lagi 19 Kasus, Satgas Covid-19 Solo Mulai Khawatir

Advertisement

Konfirmasi Positif Melonjak Lagi 19 Kasus, Satgas Covid-19 Solo Mulai Khawatir

Naluri, mental dan kemampuan berkelahi Nunggal terus terasah dari satu pertarungan ke pertarungan lain hingga menjadi sosok preman yang paling ditakuti dan disegani di Solo dan sekitarnya.

“Saat berkelahi saya lihat lawan. Dia bawa senjata atau tidak. Kalau

Advertisement

Kehidupan gangster yang digeluti Nunggal dulu memang kerap harus terlibat perkelahian fisik melawan geng atau kelompok lain. Ada banyak geng yang kerap berseteru hingga terjadi gesekan fisik dengan Gondhez's.

Restui Gibran-Teguh Maju Pilkada Solo, Achmad Purnomo Minta 3 Hal Ini

Hubungan Baik

Salah satu geng yang kerap harus dihadapi oleh preman paling ditakuti dan disegani di Solo itu adalah geng Gojeck. Gondhez's kerap adu fisik dengan kelompok yang berakhir pada era 1990-an itu. Meski pada akhirnya hubungan Nunggal dengan pemimpin geng itu baik.

Advertisement

Geng lain yang kerap bergesekan dengan Gondhez's adalah Bronx, meskipun pada akhirnya Bronx juga menjalin hubungan baik dengan Gondhez's. Begitu juga dengan Dewan Muda Complex's atau DMC yang terbentuk pada 2000-an.

Geng lain seperti Jackpot yang bermarkas di Manahan dan geng Zharap relatif berhubungan baik dengan Gondhez's dan tidak pernah ada gesekan.

Beredar Kabar Razia Masker Sasar Pelajar Sragen Digelar Malam Hari, Bupati Yuni: Jangan Percaya, Itu Hoaks!

Advertisement

Kini, meski Gondhez's masih ada, hubungan dengan kelompok-kelompok lain di Solo relatif terjaga. Bahkan dengan DMC, setelah gesekan terakhir pada 2014, hingga kini tidak pernah ada gesekan lagi.

Kedua kelompok berusaha saling menjaga agar Solo tetap kondusif. "Hubungan silaturahmi kami dengan GDZ's saat ini baik. Semenjak kejadian 2014, setelah itu off tidak pernah ada masalah apa-apa. Termasuk ketika kami ketemu dengan atau yang masih jadi anggota juga tidak ada masalah, say hello,” tutur Giyatno, Ketua Mahasiswa Remaja DMC.

Nunggal pun kini lebih banyak menghabiskan hari-harinya dengan momong cucu serta berjualan burung.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif