Soloraya
Minggu, 13 Juni 2010 - 16:30 WIB

Kali pertama bertemu, Maryoto-Begug malu-malu deklarasi

Redaksi Solopos.com  /  Tutut Indrawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Wonogiri (Espos)–Untuk kali pertamanya dua orang yang dianggap berseteru, Sumaryoto dan Begug Poernomosidi bertemu di Plasa, Bendungan Waduk Gajah Mungkur, Pokoh Kidul, Wonogiri, Minggu (13/6) pagi.

Acara pertemuan tersebut oleh keduanya tidak ditampik sebagai langkah awal deklarasi duet Cabup-Cawabup asal PDIP. “Silakan diartikan sendiri, kalau sudah bertemu pada acara itu,” ujar Begug yang juga Bupati Wonogiri.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan Begug menjawab pertanyaan apakah acara tersebut sebagai langkah deklarasi awal pasangan Cabup-Cawabup. Seusai memberikan sambutan singkat pada acara pemberian beasiswa dan piagam penghargaan bagi masyarakat Wonogiri, Aku Cinta Wonogiri.  Begug sambil berjalan menuju mobil dinasnya mengatakan kalau dirinya dengan Sumaryoto tidak memiliki permasalahan. “Kami tidak mempunyai permasalahan,” katanya.

Dalam sambutan sekitar dua menit, Begug mengatakan terima kasihnya kepada masyarakat yang hadir pada acara di Plasa, Waduk Gajah Mungkur, Petir, Pokoh Kidul, Wonogiri. “Silaturahmi ini (Sumaryoto-Begug) kali pertama dilakukan dan semoga sukses bagi Wonogiri,” ucapnya.

Hal senada dikemukakan, Sumaryoto. “Ya, secara tidak langsung boleh jadi sebagai deklarasi sementara sebelum surat rekomendasi kami peroleh,” ujar Sumaryoto didampingi istrinya Sutarmi “Mamik” Sumaryoto dan Ayuning Sekara, anak bungsunya yang kini anggota DPRD Jateng.

Advertisement

Anggota DPR itu menyatakan acara di Plasa, Waduk Gajah Mungkur, Petir, Pokoh Kidul, Wonogiri digagas oleh Pelopor Aku Cinta Wonogiri. Tiga pengirim visi misi jika aku jadi Bupati Wonogiri mendapatkan beasiswa yang diserahkan olehnya didampingi istrinya, Mamik.

Mereka adalah Rahmat Irawan asal Girimarto yang mendapatkan beasiswa senilai Rp 2,4 juta, disusul Venti Ardyana (Wonogiri) beasiswa Rp 1,8 juta dan Ahmad Fauzi Ridwan (Ngadirojo) mendapatkan beasiswa senilai Rp 1,2 juta.

Ketua Pelopor Aku Cinta Wonogiri, Sutarmi “Mamik” mengatakan selain tiga orang, juga diserahkan 214 piagam bagi pengirim kesan dan pesan kepada Bupati Wonogiri dalam membangun Wonogiri lima tahun ke depan. “Kami mengimbau, siapapun pemenangnya dalam Pilkada Wonogiri nanti diterima dengan legawa. Pelaksanaan bisa Jurdil, aman dan damai dan didukung dengan tingkat keagamaan serta kesejahteraan masyarakat tanpa korupsi.”

Advertisement

tus


Advertisement
Kata Kunci : Begug-Maryoto
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif