Soloraya
Senin, 5 Desember 2022 - 18:27 WIB

Kasihan, Setiap Hujan Deras 3 Keluarga di Sragen Ini Ngungsi ke Rumah Kebayan

Tri Rahayu  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Rumah Supomo dan beberapa warga RT 007 Dukuh Gilis, Desa Katelan, Tangen, Sragen, terancam longsor tergerus arus Bengawan Solo. Foto diambil, Senin (5/12/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Tiga keluarga di RT 007, Dukuh Gilis, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, kini harus mengungsi ke rumah kebayan setiap kali hujan deras turun. Mereka merasa keselamatannya terancam.

Pasalnya ketiga keluarga tersebut tinggal di pinggir Bengawan Solo. Sebagian tanah pekarangan, kamar mandi, serta dapur mereka amblas terkena longsor akibat gerusan arus Bengawan Solo.

Advertisement

Tanah pekarangan yang longsor seluas 100 meter persegi ( 20 meter x  5 meter) sedalam 6 meter. Kamar mandi dan sebagian dapur rumah yang ambles milik Supomo dan Sri Palupi. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta.

“Peralatan dapur ikut terbawa longsor itu. Yang tinggal di rumah ini saya, suami, dan cucu yang masih kelas II SD. Orang tua cucu saya itu merantau ke Solo yang pulangnya sepekan sekali. Yang kena longsor paling parah yang belakang rumah saya. Kalau pekarangan yang kena milik Bu Darwati dan Pak Sutarmo,” ujar Sri Palupi, 56, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (5/12/2022).

Advertisement

“Peralatan dapur ikut terbawa longsor itu. Yang tinggal di rumah ini saya, suami, dan cucu yang masih kelas II SD. Orang tua cucu saya itu merantau ke Solo yang pulangnya sepekan sekali. Yang kena longsor paling parah yang belakang rumah saya. Kalau pekarangan yang kena milik Bu Darwati dan Pak Sutarmo,” ujar Sri Palupi, 56, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (5/12/2022).

Sri Masih ingat saat longsor pertama terjadi pada Kamis (24/11/2022) malam. Longsor kedua terjadi pada Jumat (2/12/2022) yang mengakibatkan seluruh kamar mandi terbawa longsor. “Kerugiannya ya sekitar Rp10 juta. Rasanya ya kecewa karena kondisinya seperti itu. Kami masih waswas, kalau hujan deras kami harus mengungsi ke rumah pak kebayan untuk antisipasi. Kalau sekadar masak-masak masih bisa dilakukan di sebagian dapur rumah yang tersisa,” katanya.

Baca Juga: Tergerus Arus Bengawan Solo, Kamar Mandi Warga Tangen Sragen Lenyap

Advertisement

Delapan Rumah Berpotensi Longsor

Ketua RT 007, Warsono, mengungkapkan ada delapan rumah yang berpotensi longsor akibat erosi Bengawan Solo. Rumah tersebut milik  Supomo, Darwati, Sutarmo, Slamet Widodo, Iskandar, Pak Parno, Suroto, dan Suparno Saplok.

“Gerusan tanah milik warga Gilis ini sebenarnya dampak dari pembangunan Jembaga Ganefo. Aliran airnya digeser ke utara sehingga lokasi Gilis ini menjadi semacam totokan arus air karena aliran air menikung,” ujar Warsono.

Dia meminta pemerintah memperhatikan nasib delapan keluarga ini yang merupakan keluarga kurang mampu. Meski keselamatan terancam, mereka tak pindah karena tak punya tempat tinggal yang lain. Hanya, jika hujan deras turun sebagian dari mereka mengungsi ke rumah kebayan.

Advertisement

Baca Juga: Rumah Warga Tegalmulyo Sukoharjo Amblas, Bupati Minta BBWS Bengawan Solo Gercep

Koordinator Sukarelawan Ganefo Rescue Tangen, Sragen, Rudi Krisdiyanto, menerima laporan tanah merekah pada Kamis (24/11/2022) pagi. Tim Ganefo Rescue kemudian datang untuk mengecek. tanah tersebut merekah selebar 15 cm dan sepanjang 15 meter.

“Pagi hari disurvei, sorenya hujan deras. Lalu pada malam harinya saya dapat laporan lagi, tanah yang retak itu akhirnya longsor. Malam itu kami mengevakuasi barang-barang di rumah. Kemudian satu minggu berikutnya ada longsoran lagi yang semua bangunan kamar mandi roboh,” jelasnya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif