Soloraya
Senin, 10 Mei 2021 - 18:15 WIB

Kasus Covid-19 Transmisi Lokal di Klaten Meningkat, Petugas Kesulitan Lacak Kontak Erat

Taufiq Sidik Prakoso  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penanganan virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, KLATEN – Tren persebaran kasus Covid-19 di Klaten kembali berubah menjelang Lebaran. Jika sebelumnya kasus di Klaten didominasi karena faktor kontak erat, belakangan penyebab tertinggi lantaran transmisi lokal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan kasus Covid-19 di Klaten fluktuatif. Namun, zona risiko Covid-19 di Kabupaten Bersinar masih tetap berada pada zona risiko sedang. Sementara itu, perubahan tren faktor penyebab itu terjadi dalam sepekan terakhir.

Advertisement

"Transmisi lokal sekarang tinggi. Persentasenya 46,8 persen. Sementara kontak erat 39,5 persen. Tertular di luar Klaten juga ada tren meningkat kini 13,7 persen. Sebelumnya sangat kecil," kata Ronny saat ditemui di Setda Klaten, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Innalillahi! 1 Korban Keracunan Takjil di Tukringin Karangpandan Meninggal

Advertisement

Baca Juga: Innalillahi! 1 Korban Keracunan Takjil di Tukringin Karangpandan Meninggal

Ronny menegaskan faktor penyebab tertular Covid-19 akibat transmisi lokal justru lebih membahayakan ketimbang kontak erat. Pasalnya, mereka yang terkonfirmasi positif rata-rata tak mengetahui siapa saja kontak erat mereka. Alhasil, petugas kesulitan melacak kontak erat.

"Kalau kontak erat itu masih bisa mengejar. Kalau transmisi lokal itu sulit. Rata-rata pasien tidak tahu dari mana mereka terpapar karena sudah sulit terdeteksi. Mereka merasa tidak ada apa-apa tetapi tahu-tahu positif Covid-19," ujar dia.

Advertisement

Camat Klaten Tengah, Sofan, mengatakan ada 29 kasus aktif di Klaten Tengah yang tersebar ke berbagai desa/kelurahan. Sofan juga menjelaskan belakangan penyebab warga terpapar Covid-19 didominasi lantaran transmisi lokal.

Sofan mengakui upaya mendeteksi kasus transmisi lokal sulit dilakukan. Pasalnya, tempat yang diduga menjadi persebaran Covid-19 sulit terdeteksi. "Karena mungkin aktivitas kegiatan banyak sehingga tidak diketahui dimana terpapar Covid-19. Proses tracing untuk transmisi lokal susah. Kalau kontak erat tracing mudah," ungkap dia.

Sofan mencontohkan kasus transmisi lokal salah satu pasien Covid-19 asal Kelurahan Kabupaten, Klaten. Pasien itu bekerja sebagai pedagang bawang. “Model jualannya tidak menetap. Jadi hanya drop di beberapa tempat. Kasus di Sungur itu juru parkir. Dapat dari mana juga tidak tahu. Sementara, kasus cukup banyak ada di Jomboran. Saat ini ada tujuh orang positif. Proses tracing masih terus dilakukan dan belum dietahui sumber penularannya dari mana,” kata Sofan.

Advertisement

Baca Juga: Wisatawan dari Kawasan Aglomerasi: Antara Diizinkan atau Dilarang

Untuk mencegah angka kasus aktif terus meningkat, Sofan menjelaskan sosialisasi terus dilakukan melibatkan berbagai unsur yang ada di Kecamatan Klaten Tengah. Gencarnya sosialisasi juga dilakukan ke toko, pusat perbelanjaan, serta pengusaha kuliner di wilayah Klaten Tengah yang semakin mendekati Lebaran semakin dipadati pengunjung.

“Dari pengelola [toko, pusat perbelanjaan, serta rumah makam] sudah sanggup melaksanakan bahkan ada yang siap membuka posko. Pengelola juga sudah komitmen kalau ada satu karyawan positif, tempat usaha langsung ditutup,” ujar dia.

Advertisement

Sofan mengatakan keramaian di toko maupun pusat perbelanjaan saat ini sulit terhindarkan. Namun, dia berharap ada kesadaran warga untuk menerapkan protokol kesehatan ketat.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif