SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Sragen (Espos)--Munculnya Koalisi Besar Rakyat Sragen (KBRS) yang merupakan gabungan dari sejumlah partai politik (Parpol) membuat sejumlah calon bupati/wakil bupati (Wabup) mengaku kebingungan dengan munculnya.

Para calon tersebut kesulitan menggunakan partai mana yang menjadi kendaraannya dalam kompetisi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2011 mendatang.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Para calon justru merapatkan barisan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang figur mereka masing-masing, dengan mengesampingkan partai untuk sementara sampai ada kejelasan sikap politik KBRS.

Seorang calon Bupati, Suparlan Ismanto kepada Espos, Kamis (2/9), mengungkapkan, pihaknya menjalin komunikasi politik dengan calon bupati lain, yakni Ali Badarudin.

Mereka membuat komitmen bersama di Jakarta untuk bersama-sama menyosialisasikan figur mereka kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

“Kami belum memutuskan menggunakan partai mana, karena kami bingung dengan kebijakan partai. Sebuah partai yang masuk dalam koalisi, maka partai itu tidak bisa mengambil kebijakan sendiri. Saya dulu pernah mendekati Partai Demokrat, tetapi di internal partai itu juga belum ada kepastian. Karena juga masuk dalam KBRS, maka Partai Demokrat juga tidak bisa mengambil kebijakan sendiri, melainkan harus menunggu kebijakan partai lainnya,” tegas Suparlan.

trh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya