Soloraya
Sabtu, 27 Februari 2021 - 16:00 WIB

Keluarga Bocah Korban Pelecehan Seksual Oknnum Pesilat Sragen Ngungsi ke Grobogan

Muh Khodiq Duhri  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pelecehan Seksual (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN – DS, 34, ayah dari W, siswi SD berusia sembilan tahun yang menjadi korban pelecehan seksual oleh S, 38, oknum pesilat di Kecamatan Sukodono, Sragen, Jawa Tengah, memilih mengungsi ke Grobogan.

DS bersama istrinya merasa terancam jiwanya setelah didatangi tetangga yang merasa keberatan berita terkait kasus pelecehan seksual yang dialami W mencuat ke media massa. Berita itu dianggap menyudutkan salah satu organisasi silat, meski dalam berita tidak disebutkan nama organisasi yang menaungi S tersebut.

Advertisement

“[Kemarin sore] bapaknya W diajak berantem sama tetangga, tapi tidak diladeni. Menurut pengakuannya, ia dimaki dan dikatain anjing,” jelas Direktur LBH Mawar Saron Solo, Andar Beniala Lumbanraja, selaku kuasa hukum dari W kepada Solopos.com, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: BMKG Semarang: Cuaca Ekstrem Landa Sebagian Besar Jateng

Tidak hanya itu, orang yang mengajak berantem DS juga mengabarkan bila sekelompok pesilat akan mendatanginya pada Jumat (26/2/2021) malam.

Advertisement

Merasa jiwanya terancam, DS bersama istrinya akhirnya mengungsi ke rumah saudaranya di wilayah Grobogan yang berada tidak jauh dari hutan milik Perhutani. Sementara W saat tetap tinggal bersama neneknya di Kecamatan Sukodono.

“Kami sangat menyesalkan hal ini [ancaman kepada keluarga W]. Mereka sudah jadi korban, malah dapat diskriminasi,” ucap Andar.

Baca juga: Merusak Toko dan Poskamling, Sembilan Preman di Solo Ditangkap Polisi, 10 Buron

Advertisement

Setelah mengungsi selama semalam, DS akhirnya kembali ke rumah. Andar berharap selama proses hukum masih berjalan, keluarga dari W tidak mendapatkan diskriminasi dari pihak-pihak tertentu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, mengaku belum mendapat laporan terkait ancaman kepada keluarga W dari sekelompok orang.

“Tidak ada laporan ke Polres. Di Polsek [Sukodono] juga tidak ada,” ucap Guruh kepada Solopos.com.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif