Soloraya
Rabu, 2 Juni 2010 - 17:06 WIB

Kena tipu Polri gadungan, sepeda onthel siswa SD raib

Redaksi Solopos.com  /  Indah Septiyaning Wardani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Klaten (Espos)–Oriza Sativa, 13, warga Mlaran, Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (2/6), menjadi korban penipuan orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Polri. Akibatnya, bocah perempuan yang masih duduk di kelas enam SD itu kehilangan sepeda onthel merk Polygon miliknya.

Oriza saat melapor ke Mapolsekta Klaten, menuturkan, sekitar pukul 08.00 WIB, dirinya bersepeda sendirian menuju rumah temannya di Puri Hutama, Danguran, Klaten Selatan. Saat melintas di sekitar kawasan Ringin Mulyo, Dangunan, korban dipepet seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Yamaha. “Saya disuruh berhenti,” katanya.

Advertisement

Lelaki yang mengaku polisi itu menegur korban dengan alasan melintas di jalur terlarang. Korban yang tak tahu apa-apa hanya manut saat pelaku membawanya naik motor dengan dalih mengurus surat Tilang di kantor polisi. Bahkan korban sempat dibentak dan dimarahi ketika akan menitipkan sepedanya di depan sebuah apotek di sekitar lokasi tersebut.

Pelaku malah menyuruh korban memarkir sepedanya di dekat rumah kosong. Setelah itu, korban diboncengkan pelaku hingga Bendogantungan, Sumberrejo. “Saya diturunkan di dekat tempat penjualan tiket. Lalu ‘polisi’ itu pergi katanya mau ambil surat,” kata dia. Korban yang kebingungan lalu kembali ke tempat sepedanya diparkir dengan naik angkutan umum.

Namun alangkah kagetnya ia karena sepedanya sudah raib. Korban meminta tolong warga setempat. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Oriza yang didampingi sang ayah, Daryono, mengatakan, polisi gadungan yang menipunya agak gemuk, berkulit hitam, berbadan tinggi dan mengenakan jaket dan celana panjang cokelat seperti seragam polisi.

Advertisement

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kapolsek Kota, AKP Heru Setyaningsih membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, petugas diterjunkan untuk melacak jejak pelaku.

rei

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif