SOLOPOS.COM - Sejumlah pasien keracunan menjalani rawat inap di Puskesmas Gondang, Rabu (13/7/2016) malam. Kondisi puskesmas yang overload membuat pasien terpaksa dirawat di ruang lobi dan aula puskesmas. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Keracunan makanan Sragen, 22 korban keracunan diperbolehkan pulang.

Solopos.com, SRAGEN–Sebanyak 22 warga yang diduga menjadi korban keracunan makanan pada acara resepsi pernikahan warga Gondangtani, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, sudah dipulangkan dari puskesmas dan rumah sakit, Jumat (15/7/2016). Hingga kini, masih ada 25 pasien yang dirawat intensif di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Sragen.

Promosi Lebaran Zaman Now, Saatnya Bagi-bagi THR Emas dari Pegadaian

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, hingga Jumat siang pukul 12.00 WIB, masih ada 10 pasien yang dirawat intensif di Puskesmas Gondang. Pada Kamis (14/7/2016) sore hingga Jumat pagi, terdapat enam warga yang sudah dibolehkan pulang dari Puskesmas Gondang. Di Puskesmas Sambungmacan 1, masih ada 4 pasien yang dirawat intensif. Sebanyak 10 pasien sudah dipulangkan. Hingga kini, masih ada empat pasien yang dirawat di Puskesmas Sambungmacan 2.

Satu pasien sudah diperkenankan pulang pada Jumat pagi. Satu pasien di RS Amal Sehat juga sudah dibolehkan pulang. Masih ada enam warga yang dirawat intensif di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Sementara satu warga sudah diperkenankan pulang setelah menjalani rawat inap di klinik kesehatan.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Kemitraan DKK Sragen, Fani Fandani, mengatakan ketahanan tubuh masing-masing warga berbeda-beda sehingga sebagian sudah dinyatakan sehat, namun sebagian masih harus dirawat intensif. Selain faktor ketahanan tubuh, jenis zat berbahaya yang dikonsumsi, jumlah yang dikonsumsi, usia, kondisi kesehatan juga menentukan berapa lama pasien mendapat perawatan intensif. ”Untuk mengetahui jenis zat berbahaya itu apa? Kita tunggu saja hasil uji laboratorium,” jelas Fani.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sambungmacan, Guntur, mengakui terdapat keluarga besan dan tamu undangan dari Desa Gringging yang mengalami keluhan serupa. Mereka diduga ikut keracunan makanan yang dihidangkan pada acara resepsi pernikahan putri Ponimin di Dusun Gondangtani pada Selasa (12/7/2016) siang.

”Mereka dirawat di Puskesmas Sambungmacan 1 dan 2. Namun, sekarang mereka sudah dinyatakan sembuh sehingga boleh diajak pulang oleh keluarga,” terang Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya