SOLOPOS.COM - Pengamanan di Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (23/3/2017). Eddy Wirabhumi Cs. harus mengosongkan Keraton paling lambat Kamis pukul 17.00 WIB. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Konflik Keraton Solo, polisi memperketat pengamanan di Keraton menjelang acara tingalan jumenengan.

Solopos.com, SOLO — Polresta Solo mulai memperketat pengamanan wilayah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjelang pelaksanaan tingalan jumenengan atau peringatan naik takhta Raja Keraton Solo PB XIII. Pengamanan tersebut dilakukan dengan cara terbuka dan tertutup.

Promosi Lebaran Zaman Now, Saatnya Bagi-bagi THR Emas dari Pegadaian

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, mengatakan pengamanan di wilayah Keraton Solo belum dicabut setelah sebelumnya Satgas Panca Narendra (Tim Lima) dan Dewan Adat meminta pengamanan. Saat itu kedua kubu berseteru berebut menduduki Keraton Solo pada Kamis (23/3/2017).

“Kami tidak akan ikut campur masalah internal Keraton Solo. Tugas Polresta Solo hanya mengamankan agar Solo tetap kondusif,” ujar Agus kepada wartawan di Mapolresta Solo, Minggu (2/4/2017).

Menurut Agus, situasi Keraton Solo menjelang tingalan jumenengan mulai terdeteksi memanas sehingga Kapolresta Solo mengeluarkan Maklumat Nomor: Mak/01/IV/2017 tentang Ketertiban Umum yang berisikan empat poin. Surat Maklumat tersebut dicetak sebanyak 1.000 lembar kemudian ditempelkan di kawasan Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon serta wilayah di empat kecamatan lain di Solo.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang tidak mematuhi isi Maklumat saat prosesi tingalan jumenengan berlangsung pada 22 April 2017,” kata dia.

Polresta Solo menerjunkan belasan personel untuk mengamankan Keraton Solo jelang pelaksanaan tingalan jumenengan. Pengamanan juga melibatkan TNI.

“Hasil pantauan di lapangan sampai hari ini [Minggu] situasi keamanan di wilayah Keraton Solo aman. Kami tetap melakukan pengamanan selama 24 jam dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” kata dia.

Mantan Kapolsek Laweyan ini meminta masyarakat yang tinggal disekitar wilayah Keraton Solo untuk ikut menjaga keamanan wilayah. Warga yang mendapati ada upaya perusakan Benda Cagar Budaya (BCB) di Keraton dan melanggar ketertiban umum dimintai segera melaporkan ke polisi terdekat.

Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai, mengatakan Polresta Solo mengantisipasi adanya gerakan massa dari luar daerah masuk ke Solo menjelang tingalan jumenengan. Daerah perbatasan dengan Solo diawasi ketat dengan meminta bantuan dari kapolres di Soloraya.

“Kami berharap situasi di Solo kondusif saat tingalan jumenengan nanti. Kedua kubu yang berseteru diharapkan bisa berdamai,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya