Soloraya
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:54 WIB

Lebaran 2020: Salat Idulfitri di Alun-Alun Sragen Ditiadakan

Tri Rahayu  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Alun-Alun Sragen. (Sragenkab.go.id)

Solopos.com, SRAGEN – Pemkab Sragen tidak akan menggelar salat Idulfitri berjemaah di Jalan Raya Sukowati dan Alun-Alun Sasana Langen Putra pada Lebaran 2020.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada wartawan belum lama ini. Dia juga menegaskan tidak akan melaksanakan open house yang menjadi tradisi saat Lebaran.

Advertisement

“Kami di Pemkab Sragen tidak akan menggelar Salat Idulfitri di Alun-alun dan Jalan Raya Sukowati. Kami juga tidak mengadakan open house untuk mengurangi kerumunan,” ujarnya.

Yuni-sapaan akrab Bupati Sragen—mengatakan sudah ada informasi kelonggaran dalam pelaksanaan salat tarawih,  tetapi masih sebatas di media sosial. Dia mengatakan Pemkab Sragen belum menerima surat resmi dari Kementerian Agama sebagai pegangan.

Advertisement

Yuni-sapaan akrab Bupati Sragen—mengatakan sudah ada informasi kelonggaran dalam pelaksanaan salat tarawih,  tetapi masih sebatas di media sosial. Dia mengatakan Pemkab Sragen belum menerima surat resmi dari Kementerian Agama sebagai pegangan.

JK Kritik Jokowi: Berdamai dengan Covid-19 Sama dengan Mati!

Dia menjelaskan kelonggaran itu dilakukan dengan pembatasan tertentu. Misalnya daerah yang tidak ada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) boleh melaksanakan salat berjamaah.

Advertisement

Terpisah, Koordinator Posko Siaga Covid-19 Kantor Kementerian Agama Sragen, Ahmad Ulin Nur Hafsun, mengatakan sampai sekarang belum ada surat edaran (SE) baru berkaitan dengan pelaksanaan Salat Idulfitri. Sehingga Kantor Kemenag Sragen masih mengacu pada SE No. 6/2020.

Ini Alasan Pemkab Karanganyar Izinkan Warga Salat Idulfitri di Lapangan

Sementara terkait dengan pelaksanaan salat tarawih, Ulin mencatat masih ada 401 masjid/musala/langgar yang masih menyelenggarakan salat tarawih berjamaah hingga awal Mei lalu.

Advertisement

“Artinya, tinggal 14% dari total masjid dan musala sebanyak 2.776 unit. Untuk itu, kami di kelompok kerja penyuluhan agama Islam mengoptimalkan pendekatan persuasive kepada takmir masjid dan tokoh masyarakat agar tidak melaksanakan salat tawarih di masjid atau musala,” jelasnya.

Ulin menambahkan Pokso Siaga Covid-19 Kantor Kemenag Sragen kembali mengedarkan imbauan melalui pemasangan spanduk di 20 masjid besar.  Imbauan itu mengajak masyarakat agar mengikuti pemerintah mencegah persebaran Covid-19.

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif