Soloraya
Jumat, 14 Mei 2021 - 21:15 WIB

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Ichsan Kholif Rahman  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi balon udara (Reuters/Mike Sturk)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

General Manager AirNav Cabang Solo Dhenny Purwo Hariyanto, kepada Solopos.com, Jumat (14/5/2021) mengatakan hingga saat ini petugas Air Traffic Controller belum menerima laporan balon udara di langit Solo. Lalu, dalam dua hari terakhir tidak ada penerbangan di Solo sehingga tidak ada laporan dari pilot.

Advertisement

Baca Juga: Sosok Brilian! Uztaz Djuriono yang Meninggal Saat Khotbah Salat Id di Klaten Penemu Alat Penghilang Bau Busuk

Namun, dalam skala Nasional dilaporkan sudah ada 8 balon udara terpantau di langit Indonesia. “Kami memantau media sosial juga, saat kami cek belum ada balon udara. Identifikasi tiga lokasi Pekalongan, Wonosobo, dan Ponorogo. H-1 Lebaran lalu kami diundang Bupati Ponorogo untuk sosialisasi di sana,” papar dia.

Dhenny menambahkan lokasi 8 laporan itu diterima oleh AirNav cabang lain. Bahkan ada laporan dari pilot melihat balon udara di ketinggian 43.000 kaki di kawasan pantai udara. Bahkan, balon udara itu berada di atas pesawat sekitar 1.000-2.000 kaki.

Advertisement

Menurutnya, sosialiasi itu digelar di Pendapa Pemkab Ponorogo. Biasanya, sosialiasi itu turur digelar festival balon udara sesuai regulasi penerbangan balon udara.

Baca Juga: Jurgen Klopp: Pemain Pindah? Enggak Maksa Bertahan di Liverpool Kok!

Dhenny menambahkan, dalam sosialisasi itu tradisi balon udara tetap bisa berjalan namun sesuai regulasi demi keselamatan penerbangan. “Kalau Bupati Ponorogo nanti setelah pandemi selesai baru membuat festival balon udara sesuai regulasi. Saat ini tidak ada festival dulu,” papar dia.

Advertisement

Dhenny mengatakan mempersilakan tradisi masyarakat terkait balon udara selama mematuhi aturan Peraturan Menteri Perhubungan No.40/2018.

"Balon udara ini tidak bisa dikendalikan hanya mengacu angin saja. Dalam kondisi normal sehari ada 60-62 pergerakan penerbangan. Bahkan dahulu ada pesawat yang bermanuver mendadak karena ada balon udara," papar Dhenny.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif