SOLOPOS.COM - Sejumlah pegawai di Warung Makan Sumber Bistik Pak Darmo Jl Honggowongso Nomor 94 Solo sedang mengolah pesanan konsumen, Rabu (30/3/2022) malam. (Solopos/Kurniawan)

Banner Ekspedisi Kuliner Solo

Solopos.com, SOLO — Bagi pencinta kuliner, berkunjung ke Kota Solo tak sah rasanya kalau tidak mencoba bistik. Seperti selat, bestik atau bistik merupakan pelafalan lidah Jawa untuk beefsteak yang aslinya merupakan kuliner dari Belanda.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Menu ini juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Kota Bengawan. Di tengah banyaknya menu kuliner baru yang lahir di kota ini, bistik tetap bertahan dengan kekhasan rasannya yang jadi buruan para pencinta kuliner.

Tak mengherankan jika menu yang satu ini memiliki penggemarnya sendiri. Salah satu warung bistik recommended yang jadi buruan pencinta kuliner di Solo yaitu bistik Sumber Pak Darmo.

Baca Juga: Tekstur Lembut & Bumbu Meresap, Satai Kere Yu Rebi Solo Rasanya Mantap

Ada empat lokasi warung bistik ini, yaitu di barat Pasar Klewer, dekat underpass Makamhaji, di Jl dr Radjiman Solo, dan Jl Honggowongso No 94 Solo. Warung Sumber Bistik Pak Darmo dirintis tahun 1989 oleh Widadi Adi S.

Laki-laki yang kini berusia 54 tahun tersebut mengisahkan perjalanan usahanya saat ditemui Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo, Rabu (30/3/2022) malam. “Warung pertama yang saya buka di Jl dr Radjiman,” ujarnya.

Menurut Widadi, bistik merupakan makanan sebangsa selat yang juga makanan khas Solo. Tapi ada perbedaan mendasar antara selat dengan bistik. Bila selat biasa disantap langsung sebagai makanan utama, kalau bistik disantap sebagai pendamping.

Baca Juga: Makan Brownies & Apple Pie Sambil Ngopi, Loske Coffee Service Solo Saja

Pakai Bahan Olahan Sendiri

“Bistik itu cenderung untuk lauk, dimakan pakai nasi. Kalau selat kan dimakan langsung. Bistik terdiri dari komponen seperti kentang, wortel, daun selada. Kalau isinya bisa daging, lidah, rempela ati, atau ayam,” terangnya.

Widadi tidak mau membandingkan olahan bistik di warungnya dengan bistik warung lainnya. Tapi ia mengakui ada kekhasan dari bistik olahannya. Di antaranya komitmen untuk bahan-bahan olahan sendiri.

bistik sumber solo
Menu bistik favorit pembeli di Warung Makan Sumber Bistik Pak Darmo Jl Honggowongso Nomor 94 Solo, Rabu (30/3/2022) malam. (Solopos/Kurniawan)

Dia sangat menghindari menggunakan bahan-bahan atau bumbu kemasan. “Saya tidak pakai bahan-bahan saus, tapi pakai tomat segar. Bumbu-bumbu masih olahan sendiri, hanya kecap yang kemasan,” imbuhnya.

Baca Juga: Gurihnya Serabi Notosuman Kuliner Khas Solo yang Legendaris

Puluhan tahun berjualan, hingga kini warung Sumber Bistik Pak Darmo Solo selalu ramai pengunjung. Warung ini buka mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Pelanggan warung bistik ini juga dari berbagai kalangan.

Terkait hal itu Widadi mengaku terus mempertahankan kualitas produk untuk menjaga pelanggan. Selain itu dia menetapkan harga yang terbilang ekonomis.

“Harga bistik di kami Rp30.000, tambah nasi Rp5.000. Kalau di restoran hotel berbintang satu porsi bistik di atas Rp50.000 per porsi. Segmen kami keluarga, kebanyakan makan sore atau makan malam keluarga,” terangnya.

Baca Juga: Nasi Berkat & Wedang Antivirus, Menu Favorit Angkringan Omah Semar Solo

Bisa Bayar Nontunai

Pada hari-hari biasa Warung Makan Sumber Bistik Pak Darmo Solo bisa menjual 300-an porsi per harinya. Untuk memudahkan transaksi, beberapa waktu terakhir Widadi telah menyediakan layanan pembayaran digital.

“Bayar digital sudah bisa di sini. Ya untuk memudahkan pembeli. Pada praktiknya sangat membantu. Tamu atau pembeli tidak perlu ke ATM kalau lupa bawa uang tunai. Tidak perlu uang kembalian juga,” urainya.

Penggunaan QRIS memang untuk memudahkan transaksi ekonomi masyarakat. Bayar melalui QRIS bisa dilakukan dengan berbagai pilihan fasilitas mulai dari mobile banking hingga dompet digital seperti OVO.

Baca Juga: Eksis Sejak 1970! Ini Rahasia Restoran Kusuma Sari Solo

Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo yang berlangsung sejak Senin (29/3/2022) dan akan berakhir pada Kamis (31/3/2022) merupakan kolaborasi Solopos Media Group dengan OVO didukung Rumah Makan Adem Ayem.

OVO yang merupakan bagian dari ekosistem Grab membantu pengusaha kuliner menjadi bagian ekonomi digital. Terlebih dengan adanya layanan pesan antar kuliner yang mencakup berbagai makanan khas Solo melalui GrabFood.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya