Soloraya
Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:15 WIB

Masifkan Tracing, Pemkot Solo Imbau Faskes Soal Tarif Swab

Wahyu Prakoso  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Calon penumpang saat menjalani rapid test antigen di Stasiun Madiun, Rabu (23/12/2020). (Istimewa/PT KAI)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) mengimbau fasilitas layanan kesehatan memasang tarif uji cepat antigen dan tes usap PCR sesuai regulasi pemerintah. Hal ini terkait upaya tracing terkait kasus Covid-19.

Selain itu Pemkot Solo juga mendata warga ber-KTP Solo dan tinggal di Kota Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian dilakukan tracing berdasar data dari rumah sakit (RS) dan laboratorium kesehatan.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menjelaskan semua hasil swab PCR dan uji cepat antigen yang terkonfirmasi positif terekam termasuk swab mandiri. Sehingga dengan koordinasi antara RS dan laboratorium kesehatan pelaksanaan tracing bisa menjangkau ke rumah pasien Covid-19.

“Yang hasilnya positif otomatis ter-record pemerintah by name. Ngapain harus disembunyikan kalau disembunyikan meracuni banyak orang. Kami menyasar ke alamat untuk melakukan tracing,” kata dia.

Advertisement

“Yang hasilnya positif otomatis ter-record pemerintah by name. Ngapain harus disembunyikan kalau disembunyikan meracuni banyak orang. Kami menyasar ke alamat untuk melakukan tracing,” kata dia.

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Ning, sapaan akrabnya, mengklaim mengetahui kasus Covid-19 karyawan perusahaan swasta walaupun manajemen kantor tidak melaporkan kepada Pemkot Solo. Sehingga tenaga kesehatan setempat melakukan tracing menyasar ke alamat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu.

Advertisement

“Pantauan kami [harga atau tarif] masih terkontrol. Enggak seperti rapid antibodi di awal-awal dulu. Kalau ada yang melebihi batas tertinggi yang diatur akan kami panggil,” kata dia.

Tambah Lagi, 20 Santri Ponpes di Colomadu Karanganyar Positif Covid-19

Bukan Cari Untung

Dia mengimbau semua pihak memberikan pengawasan kepada fasilitas layanan kesehatan yang menerapkan tarif di atas batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Dia mengingatkan situasi Covid-19 terkini bukan saatnya mencari untung melalui layanan uji cepat antigen maupun usap tenggorokan PCR. Apalagi di tengah upaya memasifkan tracing oleh Pemkot Solo.

Advertisement

Berdasarkan akun resmi Instagram RS Hermina Solo, memiliki layanan tes cepat antigen dengan tarif sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/1/4611/2020. Akun resmi Instagram RS Kasih Ibu Solo juga menginformasikan layanan serupa yang tarifnya menyesuaikan regulasi pemerintah.

 

 

Advertisement

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif