Soloraya
Selasa, 3 Januari 2012 - 16:29 WIB

Nelayan Waduk Mulur ditertibkan

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Waduk Mulur, Bendosari, Sukoharjo. (Foto: Dok)

Waduk Mulur, Bendosari, Sukoharjo. (Foto: Dok)

SUKOHARJO--Nelayan pencari ikan di Waduk Mulur, Bendosari, terpaksa ditertibkan untuk menjaga kelestarian populasi ikan di waduk setempat. Hal itu dilakukan dengan melarang para penjaring ikan, terutama yang berdatangan dari luar daerah.

Advertisement

Pengurus Kelompok Nelayan Karya Mina Waduk Mulur, Bendosari, Kustanto, menyebutkan banyaknya pencari ikan dari luar wilayah justru membuat nelayan lokal sering tidak mendapatkan hasil. Saat ini setelah penertiban, ujar dia, hanya warga di sekitar waduk yang diperbolehkan mencari ikan dengan menggunakan jaring.

“Pencari ikan luar daerah kerap merugikan nelayan lokal. Karena itu kemudian dilarang dan sekarang hampir tidak ada penjaring yang bukan warga sekitar waduk,” paparnya kepada Solopos.com ditemui di kompleks Waduk Mulur, Bendosari, Selasa (3/1/2012).

Kustanto mengatakan pencari ikan dari wilayah lain banyak berdatangan saat kemarau. Selain memakai obat, jelas dia, mereka memanfaatkan jaring berbagai ukuran. Menurut dia cara itu mengancam kelestarian ikan dan bahkan membuat populasinya punah.

Advertisement

Terpisah pengurus kelompok nelayan lain, Sriyono, menyatakan hal serupa. Dia menegaskan jaring yang digunakan saat mencari ikan di Waduk Mulur seharusnya berukuran 4 inci atau lebih. Hal itu agar hanya ikan ukuran besar yang tertangkap, sedang yang berukuran kecil tetap dibiarkan berkembang di dalam waduk.

(JIBI/SOLOPOS/Triyono)

KARAMBA IKAN-Seorang pemancing duduk di atas karamba ikan di Waduk Mulur, Selasa (3/1/2012). Untuk melestarikan populasi ikan waduk setempat, nelayan luar daerah terpaksa ditertibkan karena sering menggunakan obat dan jaring ukuran kecil. (Foto: Espos/Triyono)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif