Soloraya
Rabu, 15 Mei 2013 - 17:00 WIB

Operasi Simpatik Candi 2013 Sasar Kawasan Wisata Pengging

Redaksi Solopos.com  /  R. Bambang Aris Sasangka  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Petugas Satlantas Polres Boyolali membagikan brosur mengenai tertib berlalu lintas kepada para siswa sekolah di kawasan Pengging, Banyudono, Boyolali, Rabu (15/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie)

Petugas Satlantas Polres Boyolali membagikan brosur mengenai tertib berlalu lintas kepada para siswa sekolah di kawasan Pengging, Banyudono, Boyolali, Rabu (15/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie)

BOYOLALI – Ratusan warga di kawasan Pengging, Banyudono, Kabupaten Boyolali, Rabu (15/5), jadi sasaran Operasi Simpatik Candi 2013 yang dilaksanakan jajaran Satlantas Polres Boyolali. Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan pembagian stiker serta brosur tentang keselamatan berlalu lintas.
Advertisement

Sosialisasi di kawasan Pengging tersebut dilakukan jajaran Satlantas Polres Boyolali dengan terjun langsung ke jalan untuk menyampaikan materi tentang keselamatan berlalu lintas kepada warga, para pedagang Pasar Pengging, anak-anak sekolah, tukang becak, pengendara dan sejumlah elemen lainnya. Selain itu, petugas juga menertibkan sejumlah pengendara yang tidak tertib berlalu lintas.

“Sasaran kami dalam kegiatan tersebut adalah masyarakat tidak terorganisasi, termasuk pedagang pasar, tukang becak, anak-anak sekolah dan mayoritas warga di kawasan itu,” ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Boyolali, Aiptu Arif Mudi Prihanto, mewakili Kasatlantas, AKP Hendrawan Hasan dan Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, kepada Solopos.com.

Arif menjelaskan kegiatan tersebut salah satunya bertujuan menumbuhkan kesadaran para pengendara atau pengguna jalan tentang tertib berlalu lintas agar terhindar dari risiko kecelakaan. Melalu kegiatan itu pula, Satlantas Polres Boyolali mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. “Sebab tertib berlalu lintas adalah untuk masyarakat sendiri, demi menghindari risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat berkendara di jalan raya,” tegasnya.

Advertisement

Arif berharap dengan terjun langsung ke masyarakat, masyarakat tersebut akan merasa lebih diperhatikan sehingga diharapkan kesadaran akan tumbuh dari dalam diri masyarakat tersebut. Penertiban yang dilakukan petugas terhadap sejumlah pengendara, dijelaskan dia, dalam bentuk pembinaan, teguran lisan dan tertulis. “Diharapkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas itu benar-benar dapat tumbuh dari dalam diri masyarakat sendiri. Sehingga dengan begitu, mereka tidak akan merasa terpaksa atau dipaksa,” imbuh dia.

Arif menambahkan selain kegiatan tersebut, Satlantas juga mengadakan program Polantas Boyolali Masuk Desa. “Implementasinya melakukan kegiatan patroli dan penyuluhan hingga tingkat desa dan bahkan RT,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif