Soloraya
Jumat, 6 September 2019 - 17:15 WIB

Papi LC Karaoke Syahrini Solo Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Redaksi Solopos.com  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Koordinator ladies companion (LC) atau pemandu lagu di Karaoke Princess Syahrini Solo Paragon Mall, Eddy Rahmanto alias Edy, 30, ditangkap aparat Polresta Solo karena kasus narkoba.

Warga Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, itu ditangkap aparat Satresnarkoba Polresta Solo di halaman parkir Karaoke Princess Syahrini, Solo Paragon Mall, Senin (2/9/2019) malam.

Advertisement

Edy beralasan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu agar nyaman berkomunikasi dengan belasan LC dan tamu karaoke. “Baru menggunakan dua kali lalu mau pakai yang ketiga ditangkap polisi. Saya tidak menggunakan sabu-sabu di hotel atau tempat kerja tapi di rumah Tomi karena lebih aman,” ujar Edy di Mapolresta Solo, Jumat (6/9/2019).

Kasatnarkoba Polresta Solo, Kompol Sugiyo, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, dalam konferensi pers itu mengatakan penangkapan Edy yang merupakan supervisor atau lebih dikenal dengan sebutan papi di tempat karaoke itu berawal dari pengembangan dua tersangka yang ditangkap sebelumnya.

Kedua tersangka itu yakni Tomi Tri Prasetyo, 24, warga Jagalan, Jebres dan Mustofa Wahyu Saputra, 23, warga Petoran, Jebres. Kompol Sugiyo menjelaskan Edy juga diminta rekan kerjanya, F, untuk membeli barang haram itu.

Advertisement

Namun, F tidak menyerahkan uang sehingga tidak ada transaksi dengan tiga tersangka sebelumnya. Menurutnya, F, juga tidak terbukti menggunakan sabu-sabu sehingga hanya menjadi saksi.

Ia menambahkan penangkapan Tomi yang merupakan seorang montir dan Mustofa seorang buruh pabrik itu berawal dari penyelidikan polisi yang mencurigai aktivitas dua orang itu. Saat Tomi dan Mustofa hendak mengambil sabu-sabu di sekitar Simpang Empat Kandang Sapi, mereka berdua ditangkap.

Keduanya mengaku biasa menggunakan sabu-sabu bersama Edy yang akhirnya ditangkap polisi. Barang bukti yang disita dari tiga tersangka berupa 0,56 gram sabu-sabu seharga Rp600.000, handphone, dan kartu ATM.

Advertisement

Saat ini, pemasok sabu-sabu kepada tiga tersangka itu masih diburu polisi. Ia mengatakan ketiga tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun.

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif