Soloraya
Selasa, 3 Mei 2011 - 23:15 WIB

Parkir kendaraan Rumah Duka Thiong Ting diprotes

Redaksi Solopos.com  /  R. Bambang Aris Sasangka  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo (Solopos.com) – Parkir kendaraan pengantar jenazah di Rumah Duka Thiong Ting di Jl Kol Sutarto Jebres diprotes pengguna jalan lantaran dirasa mengganggu.
Seperti yang terjadi Selasa (3/5) pagi, belasan kendaraan roda empat diparkir di badan Jl Kol Sutarto. Panjang badan jalan yang digunakan untuk parkir kendaraan mencapai 20 meter. Parahnya, tidak hanya mobil namun bus besar pengangkut pengiring jenazah juga diparkir di badan jalan.
”Memang tidak setiap hari ada prosesi jenazah tapi saat ada prosesi kendaraan-kendaraan pengiring memadati jalan,” ungkap penghuni kos di belakang UNS, Nurhafid.
Pemuda yang masih kuliah di Fakultas Teknik UNS itu berharap ada pembenahan pengelolaan parkir di Rumah Duka Thiong Ting. Sebab bila dibiarkan terus akan membahayakan pengguna Jl Kol Sutarto. Staf Rumah Duka Thiong Ting, Hery, mengakui parkir kendaraan pengiring jenazah sering meluber ke Jl Kol Sutarto. Padahal menurutnya rumah duka sudah mempunyai area parkir internal. Hanya saja kapasitas tampung area parkir sering tidak mencukupi untuk menampung seluruh kendaraan.
Apalagi bila jenazah yang dikirim ke Thiong Ting merupakan orang berpengaruh. Hery menjelaskan melubernya kendaraan pengiring jenazah karena sedang ada pembangunan gedung persemayaman di belakang rumah duka. Sehingga sebagian area parkir digunakan untuk persemayaman sementara. Pembangunan gedung baru sudah berjalan enam bulan terakhir.
Ditargetkan pembangunan rampung tahun ini. ”Jika pembangunan sudah selesai area persemayaman sementara akan kami kembali menjadi area parkir kendaraan,” papar dia.
Humas Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto, ditemui terpisah menjelaskan dalam sebulan rata-rata ada 30 jenazah diterima Rumah Duka Thiong Ting. Terkadang beberapa jenazah masuk pada hari yang sama sehingga terjadi penumpukan pelayat/pengiring jenazah dalam beberapa jam. Ke depan untuk parkir kendaraan besar seperti bus tidak dibolehkan di Jl Kol Sutarto.
”Sebenarnya fenomena seperti ini tidak hanya di Thiong Ting. Sekolah swasta favorit, hotel juga rumah ibadah alami persoalan sama. Ini terjadi seiring perkembangan kota,” tegasnya.

kur

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif