Soloraya
Minggu, 14 Juli 2013 - 11:41 WIB

PASAR KAGET NGARSOPURO : PKL Wajib Arahkan Pembeli Agar Tak Buang Sampah Sembarangan

Redaksi Solopos.com  /  Tutut Indrawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Tempat Sampah (Dok/JIBI/Solopos)

Ilustrasi Tempat Sampah (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Momentum Ramadan dimanfaatkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) untuk mengais rezeki di kawasan Ngarsopuro, Solo.  Mereka mayoritas menjajakan makanan dan minuman takjil untuk berbuka.

Advertisement

Ketua Paguyuban Pedagang Night Market Ngarsopuro, Sigit Suyatno, dalam sesi Dinamika 103 Solopos FM, Minggu (14/7/2013), mengatakan acara ngabuburit dadakan itu bukan merupakan inisiatif dari paguyuban tersebut. Pihaknya ingin merangkul PKL yang berjualan di sekitar Ngarsopuro agar terpusat dan tertata secara rapi untuk menarik minat warga membeli dagangan mereka.

“Pasar kaget ini bisa menjadi ajang bagi pembinaan kepada PKL.”

Suyatno mengatakan acara ngabuburit itu telah diadakan sejak Rabu (10/7/2013) dan untuk mengantisipasi penumpukan sampah, setiap PKL berkewajiban mengarahkan pembeli untuk membuang bungkus makanan pada tempatnya.

Advertisement

” Mereka berkewajiban mengarahkan pembeli agar tidak buang sampah sembarangan. Tempat sampah di Ngarsopuro cukup bagus, dan seharusnya bisa dimanfatakan’” tegas Suyatno.

Suyatno menjelaskan setiap PKL yang berjualan saat Ramadan ditarik biaya retribusi senilai Rp400.000 sebulan. Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk operasional dan bantuan tali asih kepada petugas kebersihan di lokasi tersebut. Pasalnya, pihaknya merasa kasihan kepada petugas kebersihan lantaran setiap selesai night market pedagang selalu menyisakan tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Meski demikian, Suyatno mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkot melalui dinas terkait untuk melaksanakan kegiatan ngabuburit di lokasi itu.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif