Soloraya
Minggu, 13 Januari 2019 - 20:15 WIB

Pemilihan Kepala Desa: Tim Sukses dan Tanda Gambar Bisa Picu Perpecahan

Redaksi Solopos.com  /  Riyanta  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KARANGANYAR – Camat Colomadu, Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan pihaknya akan mewacanakan pemilihan kepala desa (pilkades) di Colomadu tidak akan menggunakan tanda gambar dan tidak usah menggunakan tim sukses. Dua hal itu dinilai rawan memicu perpecahan di masyarakat.

“Soal pemasangan tanda gambar, sesuai peraturan daerah tata tertib yang membuat masing-masing desa. Sehingga dimungkinkan setiap desa dan setiap kecamatan akan lain-lain,” ujar dia ketika ditemui di kantornya, Rabu (9/1/2019).

Advertisement

Terkait hal itu pada Rabu malam Camat mengumpulkan ketua panitia pilkades dan BPD di Kantor Kecamatan Colomadu untuk membahas bersama. Langkah itu di antaranya untuk menjaga kebersamaan, tidak memecah belah warga.

Kecamatan mewacanakan tidak usah memasang tanda gambar, tidak boleh membentuk posko pemenangan dan sebagainya. Kalaupun membentuk tim, papar Yophy, sebaiknya untuk intern saja. Pada struktur pilkada dinilai tidak ada tim sukses dan tim pemenangan, sehingga ketika tim sukses Desa Ngasem bersurat ke ketua panitia meminta audiensi, dia menyuruh panitia menolak.

“Kalau ingin berkomunikasi dianjurkan langsung ke bakal calon, sebab mekanismenya tidak ada. Sekarang pilkades ikut-ikut seperti pilbup, pilgub, atau pilpres. Bila seperti itu desa akan kacau,” kata Yophy.

Advertisement

Dia khawatir hal seperti itu akan memecah belah warga. “Hla tim sukses itu kan seperti kompor dan intinya hanya duit. Mereka tidak bergerak untuk kemajuan desa.”

Secara terpisah salah satu bakal calon Kepala Desa Paulan, Joko Margono tidak sepenuhnya setuju dengan anjuran Yophy. Dia setuju pemilihan kepala desa tidak usah membentuk tim sukses. Namun dia yang juga merupakan petahana ini tidak setuju peniadaan tanda gambar. Tanda gambar dinilai penting untuk memudahkan pemilih dalam menentukan pilihan di bilik nanti.

“Kalau tidak usah memakai pembentukan tim sukses itu saya setuju. Tim sukses ini kadang memang menimbulkan kerawanan. Tapi kalau tanda gambar saya kira tetap harus ada,” ujar dia.

Advertisement

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif