Soloraya
Senin, 11 September 2023 - 17:20 WIB

Pemkab Karanganyar bakal Gelar OP Beras dalam Waktu Dekat

Indah Septiyaning Wardani  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pedagang sembako di Pasar Jongke, Kabupaten Karanganyar tengah melayani pembelian beras, Senin (4/9/2023). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar akan menggelar operasi pasar (OP) beras guna menekan harga komoditi pangan ini.

Harga beras jenis C64 di pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar menyentuh Rp14.000 per kilogram (kg). Kenaikan harga beras terjadi karena ketersediaan barang yang terbatas karena musim kemarau.

Advertisement

Kepala Disdagperinaker Karanganyar, Martadi, mengatakan situasi saat ini sudah memenuhi syarat untuk digelar operasi pasar beras. Bupati Karanganyar Juliyatmono juga telah mengajukan surat permohonan OP ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  dua pekan lalu. OP dilakukan untuk menekan harga beras yang kini melambung di pasaran.

“Kami tinggal menunggu surat balasan dari Pemprov,” kata Martadi kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/9/2023).

Advertisement

“Kami tinggal menunggu surat balasan dari Pemprov,” kata Martadi kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/9/2023).

Kenaikan harga beras dirasakan warga terutama di wilayah perkotaan seperti di Colomadu, Jaten, Tasikmadu, dan Karanganyar. Sementara warga di wilayah perdesaan relatif tak terpengaruh dengan kenaikan harga beras. Sebab mayoritas warga merupakan petani sehingga memiliki persediaan beras untuk memenuhi kebutuhannya.

Pemetaan operasi pasar juga telah dilakukannya, di mana sasarannya di lingkungan warga terdampak kenaikan harga beras. Khususnya wilayah perkotaan di Karanganyar.

Advertisement

Dari pengamatannya, kenaikan harga beras belakangan ini disebabkan fenomena El Nino yang membuat kemarau terasa lebih panas dan kering. Selain itu durasi kemarau menjadi lebih panjang sehingga ketersediaan air berkurang. Ketersediaan air yang terbatas membuat hasil panen padi tak maksimal bahkan ada yang gagal panen.

Sumanto meminta petani kreatif mencari air. Bendungan-bendungan yang dibangun pemerintah juga bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian milik petani. Di sisi lain, kenaikan harga beras juga membawa berkah bagi petani. Saat ini harga gabah kering panen (GKP) tembus Rp7.000/kg.

Artinya meski harga beras naik, tetapi petani masih bisa jual gabah dengan harga tinggi sehingga bisa untuk menutup biaya produksi sampai panen.

Advertisement

Sementara itu penjualan beras di pasar tradisional di Karanganyar kurang bagus belakangan ini. Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli hingga terpangkasnya keuntungan karena harga beras mahal.

Pedagang beras di Pasar Nglano, Sayekti, mengatakan saat beras masih Rp11.000/kg, bisa meraup untung Rp1.000-Rp1.500 per kg. Kini, harga beras Rp14.000/kg, dia hanya meraup untung Rp700 per kg. Hal ini terjadi karena harga beli ke tengkulak sudah tinggi. Dari tengkulak, dia menambahkan harga beras sudah Rp13.300 per kg

“Yang beli sepi, untungnya juga semakin kecil,” kata dia.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif