Soloraya
Selasa, 12 Januari 2016 - 07:40 WIB

PENATAAAN TSTJ SOLO : PKBSI: TSTJ Tak Boleh Dibangun Mal dan Hotel

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - TSTJ menuju kawasan konservasi, Rabu (3/6/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Penataan TSTJ Solo, pengembangan TSTJ tidak boleh dibangun mal dan hotel di dalam area TSTJ.

Solopos.com, SOLO–Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah melarang pembangunan mal dan hotel di area Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Pengembangan kebun binatang kebanggaan warga Solo tersebut harus lebih memperhatikan unsur konservasi, edukasi, dan rekreasi.

Advertisement

“Kebun binatang itu milik masyarakat secara umum. Kami tidak setuju ketika pengembangan TSTJ ada pembangunan mal atau hotel,” kata dia di sela-sela pelatihan pawang satwa di TSTJ, Senin (11/1/2016).

Rahmat menyampaikan saat ini pemerintah pusat sedang berupaya untuk merevitalisasi kebun binatang yang kondisinya buruk. Untuk tahun ini yang akan direvitalisasi yakni TSTJ dan kebun binatang di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Menurut dia, pengelola harus lebih kreatif untuk mendapatkan dana, seperti menjual suvenir, membuat cafe, berbagai fasilitas penunjang, dan bisa juga membangun kolam renang. “Tetapi kolam renang harus dipisahkan dengan kandang satwa, supaya tidak mengganggu satwa,” ujar dia.

Advertisement

PKBSI menargetkan revitalisasi TSTJ yang dibiayai pemerintah pusat akan rampung akhir 2016. Bagian utama yang akan direvitalisasi yakni kandang satwa. Selain itu, satwa yang ada di kebun binatang tersebut juga akan diseleksi.

Rahmat menuturkan anggota PKBSI saat ini sebanyak 60 kebun binatang. Hingga kini masih ada sekitar 30% kebun binatang di Indonesia yang kondisinya tidak layak.

“Sejumlah negara di dunia juga membantu PKBSI untuk mengembangkan lembaga konservasi di Indonesia, seperti Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Inggris, dan lainnya. Mereka membantu PKBSI untuk menata ulang kebun binatang tersebut,” terang dia.

Advertisement

Direktur Utama (Dirut) TSTJ,  Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan beberapa investor yang akan masuk ke TSTJ masih dipertimbangkan. Imbauan dari PKBSI, investor harus memiliki visi untuk mengembangkan kebun binatang sebagai tempat edukasi, konservasi, dan rekreasi. Untuk itu, pengelola akan terus melakukan seleksi terhadap investor yang akan masuk untuk mengembangkan TSTJ.

Bimo menuturkan setidaknya dibutuhkan anggaran senilai Rp140 miliar untuk merevitalisasi kebun binatang tersebut. Rencana anggaran belanja ini yang diajukan ke Presiden.

Menurut dia, saat ini tim dari TSTJ, PKBSI, dan South East Asia Zoo Association (SEAZA) baru merampungkan grand design revitalisasi TSTJ. Dia enggan membocorkan konsep pengembangan taman kebun binatang tersebut kepada media.
“Ini masih dibahas dengan tim. Saya belum bisa menyampaikan konsep revitalisasi,” ujar Bimo.

Lebih lanjut, saat ini sebanyak 30 pawang satwa dari 21 kebun binatang di Indonesia sedang dilatih dalam merawat satwa. Dalam pelatihan itu, pawang hewan dilatih untuk menjaga kebersihan kandang, kesehatan satwa, dan memberi makanan bergizi kepada satwa.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif