Soloraya
Rabu, 6 Maret 2024 - 11:17 WIB

Pengelolaan TPA Jadi Poin Tertinggi, Sukoharjo Sabet Piala Adipura

R Bony Eko Wicaksono  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (kiri) menunjukkan penghargaan Piala Adipura kategori kota kecil di Jakarta, Selasa (5/3/2024). (Istimewa/Humas Pemkab Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO – Sukoharjo kembali meraih penghargaan Piala Adipura 2023 kategori Kota Kecil. Penghargaan di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup ini berhasil diraih Sukoharjo lantaran dapat nilai tinggi terkait pengelolaan sampah, tempat pembuangan akhir (TPA), dan ruang terbuka hijau (RTH) demi mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang bersih dan berkelanjutan.

Tropi Adipura diterima langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Gedung Manggal Wana Bakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Selasa (5/3/2024). Penghargaan itu diberikan lantaran Sukoharjo mampu memenuhi kriteria penilaian dalam pengelolaan sampah secara terpadu.

Advertisement

“Keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah di wilayahnya masing-masing berperan penting dalam penilaian Piala Adipura sepanjang 2023. Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah,” kata Bupati Etik Suryani, Rabu (6/3/2024).

Menurut Etik, Piala Adipura diberikan kepada daerah yang memenuhi kriteria dalam pengelolaan sampah dan RTH guna mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang bersih dan berkelanjutan. Salah satu indikator penilaian Piala Adipura, yakni pengelolaan TPA Mojorejo dengan sistem control landfill.

Dengan menerapkan control landfill, gas metan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berdomisili di sekitar TPA Mojorejo. “Termasuk perluasan lahan TPA Mojorejo sehingga sampah bisa ditampung dan dikelola secara maksimal. Ini yang akan terus kami pertahankan pada masa mendatang,” ujar dia.

Advertisement

Sementara itu, Kepala DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, mengatakan Kabupaten Jamu pernah menyabet Piala Adipura tiga tahun berturut-turut pada 2016-2018. Piala Adipura sempat ditiadakan dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Menurut Agus, penilaian pengelolaan sampah di TPA memiliki skor tertinggi dibanding komponen lain yang dinilai tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengelolan sampah TPA yang melibatkan warga setempat dengan menerapkan sistem control landfill menjadi nilai lebih.

Produksi gas metan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar atau waste to energy. “Kami juga melakukan penambahan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan sampah di TPA Mojorejo. Sukoharjo juga memiliki kebijakan dan strategi daerah dalam peraturan bupati (Perbup) yang mengatur pengelolaan sampah,” ujar dia.

Advertisement

Advertisement
Kata Kunci : Adipura DLH Sukoharjo
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif