Soloraya
Jumat, 8 Juli 2011 - 05:22 WIB

Petani jadi korban hama wereng, pengusaha beras kelimpungan cari gabah

Redaksi Solopos.com  /  R. Bambang Aris Sasangka  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Boyolali (Solopos.com) – Kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini di pasaran, dikarenakan selain tak ada hasil produksi di sejumlah sentra produksi beras akibat serangan wereng, juga diakibatkan karena minimnya stok gabah petani.

Salah seorang pengusaha penggilingan padi di Ngemplak, Boyolali, Hj Sunarni menjelaskan pihaknya terpaksa harus mencari gabah kering panen hingga ke sejumlah daerah di Jatim, seperti Ngawi. “Kalau di wilayah Soloraya sudah pasti stok tidak ada, karena serangan wereng. Kami juga telah mencari gabah mulai dari wilayah Purwokerto hingga ke Cilacap. Tetapi stok sangat minim,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (7/7/2011).

Advertisement

Akibatnya, jelas Sunarni, kenaikan harga gabah sudah terjadi ditingkat petani. Kenaikan itu rata-rata sekitar Rp 1.000/kg. Dengan kenaikan itu, jelasnya, kenaikan akan terus terjadi hingga ke tingkat konsumen. “Kenaikan harga itu sebetulnya sudah terjadi sekitar sebulan yang lalu. Biasanya gabah kering panen ditingkat petani sekitar 2.700/kg, kini menjadi sekitar Rp 3.700/kg. Itupun sangat minim stok akibat wereng,” papar dia.

Dengan harga tersebut, menyebabkan ditingkat penggilingan padi juga mengalami kenaikan harga. Rata-rata kenaikan itu, jelasnya berkisar Rp 1.000/kg. Saat ini, harga beras jenis IR 64 di tingkat penggilingan padi berkisar antara Rp 6.500/kg hingga Rp 7.500/kg. Diakuinya, akibat serangan wereng itu memang sangat menentukan kenaikan harga hingga ke tingkat konsumen. Selain itu, meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan dan Lebaran juga memengaruhi kenaikan harga tersebut.

fid

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif