Soloraya
Minggu, 30 Oktober 2016 - 08:00 WIB

Plaza Manahan, Tempat Nongkrong Baru Wong Solo

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Aktivitas pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Plaza di kompleks Stadion Manahan Solo, Senin (9/11/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Ratusan orang duduk-duduk mengelilingi tepian air mancur di Plaza Manahan, Solo, Sabtu (29/10/2016) malam. Kanak-kanak, tua-muda, laki-laki maupun perempuan menyalakan kamera ponsel pintarnya untuk berselfie dengan latar air mancur maupun patung Sukarno.

Suara gemericik air mancur sesekali terpecahkan oleh suara kenalpot kendaraan dari Jl. Adi Sucipto. Motor dan mobil yang keluar-masuk area parkir berseliweran di antara pejalan kaki di taman kota berlantai batu pualam itu. Sesekali, tercium bau asap rokok ataupun bau asap dari knalpot motor.

Advertisement

Salah satu pengunjung Plaza Manahan, Wahyuni, 38, warga Jajar, mengatakan senang sekali dengan wajah baru Plaza Manahan. Ia sengaja bertandang dari rumah bersama kedua putrinya hanya ingin menikmati gemericik air mancur berpadu dengan sorotan lampu warna-warni yang ada di plaza.

Biasanya, Wahyuni bersama keluarganya menghabiskan malam Minggu di rumah. “Bagus sekali tempatnya. Tempat seperti ini perlu ditambah karena masyarakat butuh suasana baru,” kata Wahyuni, saat ditemui Solopos.com di kawasan Plaza Manahan, Sabtu malam.

Pengunjung lain, Anis Fadriyanto, 28, warga Kaliyoso, menuturkan suasana baru di Plaza Manahan menghibur. Ia sengaja mengajak istri dan seorang putri kecilnya untuk menikmati air mancur yang diterangi lampu beraneka warna. “Tempatnya menghibur ya. Tapi, sayang, lampu air mancur tidak semuanya menyala seperti saat acara pelepasan selubung,” ujar Anis.

Advertisement

Tak hanya itu, wajah baru Plaza Manahan juga sukses mencuri perhatian Ita Purnamasari, 24, dan Rosinawati Dewi, 23. Keduanya adalah mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS). Saat malam Minggu, mereka biasanya makan bersama atau menghabiskan malam hanya di kos. Kali ini, mereka sengaja singgah ke Plaza Manahan.

“Suasananya lebih menarik ketimbang sebelumnya. Sayangnya, enggak ada penjual makanan. Tapi, kalau ada penjual makanan nanti efeknya ke sampah sih,” ujar Ita disusul anggukan temannya, Rosi.

Pendapat senada juga diungkapkan Khoiril Nur Kholis, 19, warga Mojosongo, Solo. Kendati menjadi kali pertama baginya menginjakkan kaki di Manahan, suasana Plaza Manahan sangat menarik. Ia datang bersama sahabat perempuannya yang datang dari luar Jawa.

Advertisement

Kendati menarik, Khoiril menyayangkan masih banyaknya motor berseliweran di antara pengunjung yang berjalan kaki. Ia berpendapat, sebaiknya akses keluar-masuk kendaraan bermotor ke tempat parkir dibuat terpisah dengan akses pejalan kaki. “Sebaiknya jalan keluar-masuk motor dibuatkan akses khusus. Jangan menjadi satu dengan plaza. Sebab, banyak juga anak kecil bermain. Kan bahaya,” ujar Khoril.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif