SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Karanganyar (Espos)–Kasus pembuangan bayi di Dukuh Tromoyo Desa Tawangsari, Kerjo, Selasa (9/3) pagi, akhirnya berhasil diungkap jajaran Kepolisian Karanganyar. Pelaku adalah ibu kandung korban berinisial Mr, 25, warga RT 01/RW I di dukuh setempat.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, setelah ditangkap tersangka dirawat di RSUD Kartini Karanganyar. Hal itu menyusul kondisi kesehatan Mr yang belum sepenuhnya pulih akibat proses persalinan yang tidak tuntas. Polisi juga masih menunggu membaiknya keadaan eks tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong itu untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Promosi Selamat! Direktur Utama Pegadaian Raih Penghargaan Best 50 CEO 2024

“Sebagai informasi awal, tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dia mengatakan hal itu didorong rasa malu karena bayinya merupakan hasil hubungan gelap dengan seseorang ketika bekerja sebagai TKW di Hongkong. Mr sendiri sudah bersuami dan punya satu orang anak,” ungkap Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Djoko Satriyo U, mewakili Kapolres AKBP Edi Suroso, ditemui wartawan, Rabu (10/3).

Djoko memaparkan, terbongkarnya kasus itu setelah polisi mencurigai orang yang memadamkan lampu penerangan jalan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bayi. Menurutnya, dari keterangan warga diketahui lampu itu dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Padahal pada hari-hari biasa, kata dia, lampu yang sama dimatikan sekitar pukul 06.00 WIB saat hari sudah terang.

“Berdasarkan penuturan pelaku, kronologis kejadiannya adalah pelaku merasa ingin melahirkan antara hari Senin sampai Selasa (8-9/3). Seketika itu dia ke kamar mandi, tidak ada satu orang pun yang membantu prosesnya. Setelah lahir, bayi disiram hingga mengakibatkan kematiannya dan kemudian membuangnya di selokan di lingkungan Dukuh Tromoyo,” sambungnya.

Masih menurut Kasatreskrim, saat dibuang bayi Mr dalam keadaan telanjang dan dibungkus tas plastik warna hitam. Tali pusar bocah malang tersebut juga belum putus. Mengenai penyebab kematian, ujarnya, sesuai hasil otopsi diketahui bayi tidak bisa bernapas karena paru-parunya terisi air.

try

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya