SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Boyolali (Espos) — Mengantisipasi dampak bentrok warga dengan jemaah Ahmadiyah di Banten, jajaran Polres Boyolali melakukan pemantauan terhadap aktivitas para penganutnya, sebagai upaya menjaga iklim kondusif di Kota Susu.

“Ada tujuh orang yang menjadi anggota jemaah Ahmadiyah di Boyolali,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib kepada wartawan di Mapolres setempat, Selasa (8/2).

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

Kapolres menambahkan dari pemantauan yang dilakukannya, para penganut Ahmadiyah yang ada di Boyolali lebih banyak melakukan aktivitas keagamaannya di Kota Solo. Sehingga, tidak ada aktivitas keagamaan di Boyolali. Para penganut itu, jelasnya, kemudian berbaur dengan masyarakat sekitar.

Meski demikan,  pihaknya tidak akan tinggal diam untuk melakukan pengawasan, dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat. Selain itu, pihak Polres juga menjalin koordinasi dengan jajaran Muspida serta Ormas lainnya dan tokoh keagamaan.

Dengan kondisi saat ini, Kapolres berharap iklim keamanan di Boyolali bisa terjaga. Pihaknya juga mengajak masyarakat ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Kapolres menambahkan pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan patroli keliling. Langkah itu dilakukan agar bisa diantisipasi jika terjadi permasalahan di lapangan. <B>fid</B>

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya