Soloraya
Minggu, 28 Januari 2024 - 11:52 WIB

Proyek Pasar Jongke Solo Terus Dikebut, Terdapat Pembagian 2 Lokasi Pasar

R. Bony Eko Wicaksono  /  Ahmad Mufid Aryono  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Desain proyek Pasar Jongke yang akan dibangun selama 360 hari dan selesai pada pertengahan 2024. (Istimewa/Pemkot Solo)

Solopos.com, SOLO–Proyek Pasar Jongke Solo terus dikebut. Pasar tradisional yang berada di barat Kota Solo ini masuk kategori 1B. Pembangunan Pasar Jongke Solo dibagi dalam dua bagian besar, yakni barat dan timur.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Solo, surakarta.go.id, pasar bagian barat merupakan deretan kios dan pasar tradisional yang didalamnya sebagai pusat kegiatan jual-beli kebutuhan sehari-hari seperti sembako, daging, pakaian dan jajanan.

Advertisement

Sedangkan bagian timur menjadi pusat jual-beli sepeda bekas, yang banyak diburu para kolektor sepeda kuno.

Pasar Jongke yang berdiri 1992, dalam proyek pembangunan Pasar Jongke akan dibangun tiga lantai untuk dengan jumlah los 780, kios 106, dan pedagang oprokan 135.

Lantai dasar berupa kios dan sebagai pusat oleh-oleh, kuliner, dan kantor Pasar Jongke. Sedangkan lantai satu untuk parkir roda dua dan empat, lavatory, genset, los, ruang terbuka, dan bongkar muat. Sementara lantai dua untuk kios, lavatory publik, rumah pemotongan unggas (RPU), toko modern (departement store), dan bongkar muat, ruang publik, dan musala.

Advertisement

Sedangkan dari laman resmi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) yang diakses Solopos.com, pagu anggaran pembangunan proyek Pasar Jongke senilai Rp138,5 miliar.

Penandatanganan kontrak dilakukan pada 18 Juli. Kini, kontraktor pelaksana PT Sinar Cerah Sempurna dari Semarang mulai mengerjakan proyek pembangunan pasar tradisional tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono mengatakan proyek Pasar Jongke selama 360 hari terhitung mulai 18 Juli 2023.

Advertisement

Joko menyebut para pedagang telah pindah berjualan ke pasar darurat di lapangan Jegon, Kelurahan Pajang pada awal April. Mereka bakal berjualan di pasar darurat selama pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Jongke.

Proyek pengerjaan revitalisasi Pasar Jongke diperkirakan rampung pada pertengahan 2024. “Para pedagang sudah pindah ke pasar darurat. Jadi sekarang fokus pengerjaan pembangunan pasar,” ujar dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif