Soloraya
Senin, 3 September 2012 - 20:41 WIB

Ratusan Kendaraan Dinas Pemkab Bakal Dilelang

Redaksi Solopos.com  /  R. Bambang Aris Sasangka  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah sepeda motor dinas yang akan dilelang disimpan di gudang kompleks perkantoran Pemkab Klaten, Senin (3/9/2012). Ratusan kendaraan dinas bakal dilelang untuk diganti dengan yang lebih baru. (JIBI/SOLOPOS/Arief Setiadi)

Sejumlah sepeda motor dinas yang akan dilelang disimpan di gudang kompleks perkantoran Pemkab Klaten, Senin (3/9/2012). Ratusan kendaraan dinas bakal dilelang untuk diganti dengan yang lebih baru. (JIBI/SOLOPOS/Arief Setiadi)

KLATEN-Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Klaten segera melelang ratusan kendaraan dinas jenis sepeda motor. Pelelangan itu dilakukan menyusul kendaraan dinas yang ada saat ini perlu peremajaan.
Advertisement

Kepala DPPKAD Kabupaten Klaten, Sunarno, kepada Solopos.com mengatakan jumlah sepeda motor yang sudah pasti di lelang sebanyak 428 buah. Jumlah itu terbagi menjadi beberapa kelompok, 391 unit kendaraan dinas kepala desa, 28 unit kendaraan yang ada di gudang dan 19 unit kendaraan dinas Petugas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB).

Proses penarikan dan pelalangan sepeda motor dinas itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sunarno mentargetkan pada akhir September mendatang proses lelang sudah selesai. Tidak hanya itu, Sunarno juga mengatakan pada akhir September, para petugas yang kendaraannya dilelang, akan mendapatkan ganti kendaraan yang baru.

Kendaraan yang akan diremajakan, nantinya adalah kendaraan dinas yang tahun produksinya dibawah tahun 2004. Namun prioritas akan diberikan pada kendaraan yang tahun produksi lebih lama dengan kondisi yang sudah rusak parah. “Yang di gudang ada sekitar 28 buah, tahunnya sudah lama dan kondisinya tak layak pakai,” katanya.

Advertisement

Sementara itu Plt Sekda Klaten, Sartiyasto, mengatakan saat ini dirinya terus berkoordinasi dengan dinas-dinas yang sepeda motornya akan dilakukan peremajaan itu. Koordinasi itu dilakukan untuk melaksanakan penarikan dan pengecekan kendaraan. “Kita cek dahulu, jika sepeda motor itu masih layak pakai, maka tidak akan dilakukan peremajaan,” kata Sartiyasto kepada Solopos.com.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif