Soloraya
Kamis, 26 Desember 2019 - 13:56 WIB

Ratusan Muslim Salat Gerhana di Masjid Agung Solo

Mariyana Ricky P.d  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ratusan jemaah mengikuti salat sunah gerhana di Masjid Agung Solo, Kamis (26/12/2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO – Ratusan warga melaksanakan salat sunah kusuf selepas salat zuhur di Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (26/12/2019) siang. Salat sunah tersebut dilakukan bersamaan saat terjadi Gerhana Matahari Cincin.

Salat gehana dimulai sekitar pukul 12.30 WIB yang dilanjutkan khotbah. Adapun yang bertindak selaku imam adalah KH. Zumroni Masykuri, sedangkan khotib KH. Mustain Nashoha.

Advertisement

Menurut salah seorang jamaah, Miftaqul Arozaq, perbedaan antara salat sunah kusud dengan salat wajib adalah adalah dua kali membaca surat Al Fatihah dan surat pendek. Serta dua kali rukuk dalam setiap rakaat.

“Selain itu, surat pendek yang dibacakan menceritakan tentang bulan dan matahari. Berbeda dengan salat lain,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Masjid Agung Solo.

Selain mengikuti ibadah salat sunah, Miftahul Arozaq juga sempat menyaksikan Gerhana Matahari Cincin itu. Kendati begitu, ia tak bisa berlama-lama karena tidak membawa filter untuk melindungi mata.

Advertisement

“Lihat sedikit saja, tapi lebih fokus ke ibadahnya,” ucapnya.

Penampakan Gerhana Matahari Cincin dari kamera Observatorium. (Solopos/M. Aris Munandar)

Berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah warga yang ikut menyaksikan gerhana menyebut fenomena alam langka ini mirip seperti 2016 lalu. Tiga tahun lalu tepatnya pada 9 Maret 2019 juga terjadi Gerhana Matahari Parsial.

“Matahari terlihat seperti bulan sabit. Suasana sekitar tampak redup tidak terik seperti hari biasa padahal tengah hari,” ucap salah seorang pengunjung Masjid Agung, Mansyur Wilman.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif