NASKAH KUNO SOLO : Naskah Kuno Masjid Agung Solo Rusak, Perpustakaan Nasional Kecewa

Gabungan mahasiswa Jurusan Sastra Daerah dan Jurusan Sastra Arab, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendata dan melakukan perawatan naskah kuno koleksi Masjid Agung Solo di salah satu ruangan di kompleks masjid cagar budaya tersebut, Selasa (3/2/2015). Perawatan dan pengarsipan buku-buku benda cagar budaya tersebut dilakukan untuk mendata dan menyelamatkan koleksi naskah-naskah kuno yang rusak karena lapuk dan dimakan rayap. (Reza Fitriyanto/JIBI - Solopos)
09 Agustus 2015 06:30 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Naskah kuno Solo tak cuma di Radya Pustaka. Perpustakaan Masjid Agung Solo juga punya koleksi, namun banyak yang rusak.

Solopos.com, SOLO -- Perpustakaan Nasional Republik Indenesia menerjunkan tim khusus yang bertugas melakukan menyelamatan naskah buku kuno koleksi Masjid Agung Solo.

Kepala Perpustakaan Masjid Agung Solo, Thohir, mengatakan Perpustakaan RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di perpustakaan Masjid Agung pada pertengahan Juli 2015 lalu. Dalam sidak itu, mereka kecewa dengan banyaknya buku kuno yang rusak akibat dimakan rayap.

“Kami diberikan catatan khusus dari hasil sidak itu. Mereka kemudian menerjunkan tim khusus bertugas menyelamatkan koleksi buku kuno di Masjid Agung,” ujar Thohir saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Sabtu (8/8/2015).

Dia mengatakan langkah Perpustakaan Nasional menyelamatkan buku kono itu sebagai upaya melestarikan naskah kuno di Jateng. Surat perintah melestarikan naskah kuno itu, kata dia, langsung turun dari Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional.

“Awal September, Perpustakaan Nasional menerjunkan sebanyak tujuh orang. Mereka bertugas memperbaiki buku yang rusak dan digitalisasi naskah kuno,” jelas dia.

Menurut dia, perpustakaan nasional memiliki sebanyak 10.000 naskah buku kuno dari seluruh nusantara. Buku koleksi di Masjid Agung akan dicek apakah ada yang sama dengan koleksi milik pemerintah. “Kalau ada kesamaan koleksi buku kuno, pemerintah pusat akan mengganti buku koleksi milik perpustakaan Masjid Agung yang rusak,” ujar Thohir.

Dia mengatakan jumlah koleksi buku kuno di Perpustakaan Masjid Agung Solo kini sebanyak 3.000 buku. Dari jumlah buku itu, baru 1.400 buku yang berhasil diinventarisasi. Jumlah pengunjung di perpusatakaan rata-rata per hari sebanyak lima sampai sepuluh orang.

“Dibandingkan perpustakaan buku kuno lainnya di Solo, kondisi perpustakaan di Masjid Agung paling memprihatinkan,” kata dia.

Dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ikut berperan membantu menyelamatkan buku naskah kuno di Perpustakaan Masjid Agung Solo. Sementara itu, salah seorang pengunjung pepustakaan, Eko Rini, mengaku prihatin dengan kondisi buku naskah kuno di perpustakaan Masjid Agung Solo. Buku-buku itu memiliki nilai sejarah tinggi sehingga harus dijaga kelestariannya.