PROGRAM NASIONAL AGRARIA : 2016, BPN Sragen akan Terbitkan 7.500 Sertifikat Tanah

Ilustrasi sertifkat (tanda bukti hak) atas tanah. (JIBI/Solopos - Dok.)
04 September 2015 04:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Program Agraria Nasional dilaksanakan dengan menerbitkan sertifikasi tanah.

Solopos.com, SRAGEN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen menargetkan bisa menerbitkan 7.500 sertifikat hak atas tanah melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) pada 2016.

Jumlah itu naik hampir tiga kali lipat mengingat pada tahun ini BPN Sragen hanya menargetkan bisa menerbitkan 2.600 sertifikat.

Kepala BPN Sragen, Sutanto, mengatakan Bupati Sragen, Agus Fatchurrahman, sebetulnya meminta BPN Sragen menerbitkan 10.000 sertifikat tanah pada 2016.

Namun, Kanwil BPN Jawa Tengah hanya menyetujui penerbitan 7.500 sertifikat tanah.

“Itu bukan tawar menawar, hanya sebatas usulan. Kalau kanwil menyetujui segitu [7.500 sertifikat], ya kami harus siap,” ujar Sutanto, kepada solopos.com, Kamis (3/9/2015).

Hingga Agustus 2015, BPN Sragen baru menerbitkan 1.648 sertifikat tanah melalui Prona. Hingga akhir 2015, BPN Sragen menargetkan bisa menerbitkan 2.600 sertifikat tanah yang tersebar di 29 desa.

Belum lama ini, BPN Sragen menyerahkan 22 sertifikat tanah secara simbolis di Gedung KPN Miri, Desa Girimargo.

“Dari 22 sertifikat tanah yang diberikan secara simbolis itu, terdapat dua sertifikat untuk tanah wakaf dan dua sertifikat untuk tanah milik instansi pemerintah. Sebanyak 18 sertifikat tanah itu di antaranya milik warga desa,” kata Sutanto.

Sutanto menjelaskan penerbitan sertifikat Prona itu menggunakan dana yang bersumber dari APBN. Namun, dia tidak tahu pasti berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penerbitan 2.600 sertifikat tanah pada 2015 ini.

Kasubsi Pendataan Tanah Pemerintah BPN Sragen, Wahyu Dwi Hari Prasetyo, mengaku optimistis semua sertifikat tanah yang dibiayai melalui Prona 2015 akan selesai pada akhir 2015.

“[Dari 2.600 sertifikat] semua akan selesai, namun tidak bisa bersamaan karena menunggu hasil pengumuman. Tapi, pada akhir tahun pasti selesai,” ujar dia.