HARI BATIK : The Sunan Hotel Fashion Show di Bandara Solo

Model memperagakan busana Batik saat fashion show di lobi Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jumat (30/9/2016). (Sunaryo HB/JIBI - Solopos)
01 Oktober 2016 14:00 WIB Asiska Riviyastuti Boyolali Share :

Hari Batik diperingati The Sunan dengan Fashion Show.

Solopos.com, BOYOLALI — The Sunan Hotel Solo bekerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo mengadakan fashion batik di lobi bandara. Acara bertajuk Gorgeous Batikini untuk memperingati Hari Batik tiap 2 Oktober.

General Manager (GM) The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, mengungkapkan fashion show yang menggandeng dua desainer kenamaan Solo, yakni Neny Livia dan Robin Karebet ini dilakukan untuk mengenalkan tagline Solo Ya Sunan kepada wisatawan. Hal ini mengingat Bandara Adi Soemarmo merupakan salah satu pintu masuk wisatawan ke Kota Bengawan.

“Kami ingin mengenalkan batik sebagai salah satu kekayaan luhur kepada wisatawan. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan kalau Sunan tidak hanya menonjolkan hospitality [keramahan] tapi juga budaya, seperti batik dan kuliner. Oleh karena itu wisatawan yang ingin mengenal Solo bisa berkunjung ke Sunan,” ungkap Retno kepada wartawan seusaifashion show, Jumat (30/9/2016).

Menurut dia, batik merupakan salah satu daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. Hal ini mengingat di Solo terdapat dua kampung batik, yakni Lawweyan dan Kauman, dimana wisatawan tidak hanya bisa membeli kain atau baju batik tapi juga melihat dan belajar proses pembuatan. Oleh karena itu, dia menilai pelaku pariwisata harus bisa menangkap peluang ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara, khususnya melalui bandara.

GM PT AP I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengungkapkan bandara berkomitmen untuk menghadirkan tema khusus mengenai budaya atau kegiatan yang diadakan di Soloraya. Hal ini sebagai salah satu upaya promosi pariwisata dan event Soloraya serta peningkatan jumlah kunjungan.

“Bandara Adi Soemarmo berkomitmen untuk selalu menyuguhkan atraksi dengan tema yang berbeda setiap bulannya, selain penanyangan jadwal acara di lantai II saat menuju ruang tunggu,” kata dia.

Usman mengungkapkan saat ini rata-rata penumpang di Solo sebanyak 2.300 orang/hari. Dia mengaku optimistis penumpang pada Oktober akan naik cukup signifikan seiring dengan dioperasikannya delapan rute domestik oleh Lion Air pada Jumat (7/10). Dia menyampaikan dengan adanya penambahan jadwal ini telah menambah personil di pelayanan bagian depan dan x-ray. Selain itu, kursi ruang tunggu juga ditambah menjadi 864 kursi.

Acara yang diadakan pukul 14.30 WIB ini dibuka dengan arakan defile Keraton Solo dari jalan di sebelah timur terminal dan berakhir di lobi bandara. Setelah itu, disuguhkan juga Tari Gambyong yang merupakan tarian penyambutan atau selamat datang.