Semarakkan 1 Muharam, Pedagang di Cawas Kirab 50 Tumpeng

Sejumlah warga mengikuti kirab tumpeng di depan Pasar Masaran, Cawas, Klaten, Sabtu (15/10/2016) sore. Kegiatan itu untuk menyemarakkan 1 Muharam 1438 H. (Ponco Suseno/JIBI - Solopos)
15 Oktober 2016 18:40 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Para pedagang Pasar Masaran, Cawas, Klaten, membuat 50 tumpeng kemudian melakukan pawai.

Solopos.com, KLATEN –Seratusan pedagang warung wengi (wangi) di Pasar Masaran, Cawas,Klaten, mempersembahkan hasil bumi untuk warga di Cawas dan sekitarnya di pasar tersebut, Sabtu (15/10/2016) sore. Kegiatan itu untuk menyemarakkan 1 Muharam 1438 H.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, semarak 1 Muharam 1438 H ini berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Pada acara tahun ini, seratusan pedagang wangi di Masaran mengarak 50 tumpeng sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, seratusan pedagang wangi menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Daryono Klelor asal Boyolali. Selain menampilkan puluhan tumpeng, warga sekitar Pasar Masaran juga mempersembahkan potensi desa, seperti penampilan grup drumben, pesilat Merpati Putih, reog Ponorogo, dan lain sebagainya.

“Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap suasana pasar ke depan semakin ramai, semakin banyak pengunjungnya. Kegiatan ini juga ingin mengenalkan pasar tradisional ke masyarakat,” kata Camat Cawas, M. Nasir, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.

M. Nasir mengatakan kirab tumpeng yang digelar untuk kali ketiga itu jauh berbeda dengan 1-2 tahun lalu. Antusiasme warga dalam menyaksikan kirab dinilai sangat tinggi.

“Kegiatan seperti ini akan dijadikan tradisi tahunan ke depan. Kegiatan yang pertama hanya diikuti para pedagang secara sederhana. Kegiatan kedua dilakukan di kompleks pasar tanpa adanya kirab. Sedangkan kali ketiga ini, saya pikir sambutan warga luar biasa baik,” katanya.

Lurah Pasar Masaran, Sugeng Hernawan, mengatakan kegiatan menyemarakkan 1 Muharam 1438 H ini juga dalam rangka melestarikan budaya Jawa. “Di Pasar Masaran ada 800 pedagang.Tapi, kegiatan ini [kirab] diselenggarakan pedagang pasar wangi. Perputaran uang di sini bisa mencapai Rp200 juta per hari. Kami berharap dengan kegiatan ini, Pasar Masaran semakin dikenal warga. Perputaran uang di pasar ke depan juga semakin besar sehingga kesejahteraan pedagang meningkat drastis,” katanya.