Narkoba Sukoharjo Rangking ke-7 se-Jawa Tengah

ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Antara - Harviyan Perdana Putra)
02 Januari 2017 09:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Narkoba Sukoharjo memprihatinkan.

Solopos.com, SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo menempati peringkat atau rangking tujuh kasus penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah. Polres Sukoharjo mencatat jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di Sukoharjo selama 2016 sebanyak 30 kasus dengan jumlah tersangka 33 orang.

Hal itu disampaikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano, saat rilis tindak pidana selama 2016 di Ruang Panjura Mapolres Sukoharjo, Sabtu (31/12/2016). Tren kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jamu selalu meningkat.

Hal ini terlihat dari tingginya kasus penyalahgunaan narkoba selama 2016. “Sukoharjo menempati peringkat tujuh kasus penyalahgunaan narkoba se-Jawa Tengah. Daerah lainnya yang juga masuk peringkat 10 besar seperti Kota Solo,” kata dia, Sabtu.

Tingginya kasus penyalahgunaa narkoba dipengaruhi beberapa hal seperti Sukoharjo terletak di lokasi strategis. Wilayah Sukoharjo berbasatasan langsung dengan Kota Solo yang termasuk ring satu peredaran narkoba di Jawa Tengah.

Selain itu, banyak tempat-tempat hiburan di kawasan Solo Baru yang kerap menjadi lokasi pesta narkoba. “Secara geografis, wilayah Sukoharjo sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Solo. Kasus penyalahgunaan narkoba kerap terjadi di Kecamatan Kartasura, Grogol dan Mojolaban,” ujar dia.

Menurut Kapolres, sebagian besar tersangka pengedar narkoba merupakan kurir. Mereka disuruh bandar narkoba untuk mengantar paket narkoba kepada pemesan. Namun, kurir tak mengetahui keberadaan bandar narkoba tersebut. Hal ini yang menyulitkan petugas melacak keberadaan gembong narkoba.

Ke depan, lanjut Kapolres, petugas bakal membidik para bandar narkoba yang memasok barang haram itu ke wilayah Sukoharjo. “Kami akan memfokuskan pada bandar narkoba yang masih berkeliaran pada 2017. Mudah-mudahan ada hasilnya nanti,” papar dia.

Gandeng Stakeholder

Lebih jauh, aparat kepolisian bakal menggandeng para stakeholder seperti sekolah, perguruan tinggi (PT), dan elemen pemuda guna memerangi narkoba. “Saat ini para pemakai narkoba tak hanya kalangan masyarakat berduit melainkan masyarakat menengah ke bawah seperti sopir taksi dan buruh pabrik.”

Sementera itu, Koordinator Pencegahan Badan Narkokita Kabupaten (BNK) Sukoharjo, Agus Widanarko, mengatakan peredaran narkoba harus dicegah sedini mungkin. Cara terampuh mencegah peredaran narkoba dengan menggandeng dan berbaur dengan berbagai komunitas di Sukoharjo.

Pria yang akrab disapa Danar ini kerap menggandeng karang taruna (KT) saat kegiatan penyuluhan penyalahgunaan narkoba. Saat ini, para gembong narkoba mengedarkan narkoba dengan berbagai modus.

“Tak hanya pelajar dan mahasiswa yang menjadi sasaran peredaran narkoba. Sekarang sasaran narkoba sudah menyentuh kalangan anak-anak. Modusnya bermacam-macam seperti permen atau roti yang sudah dicampuri narkoba,” kata dia.