WISATA SOLO : Kali Pepe Dikembangkan Jadi Daya Tarik Baru Kota Bengawan

Kali Pepe di utara Taman Parkir Loji Wetan, tempat jembatan bambu akan dibangun. Foto diambil Kamis (27/10/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI - Solopos)
19 Juli 2017 10:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Wisata Solo, Pemkot bertekad menjadikan Kali Pepe sebagai daya tarik Kota Bengawan.

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal memasang jaring di sejumlah lokasi di sepanjang Kali Pepe mulai dari belakang Terminal Tipe A Tirtonadi, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, hingga pintu air Demangan, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, untuk memfilter keberadaan sampah.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan Kali Pepe harus dimanfaatkan secara optimal setelah dibenahi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang kini tengah menggarap proyek Penanganan Banjir Kota Solo. Dia bertekad menjadikan Kali Pepe sebagai daya tarik wisata baru di Kota Solo.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, menyebut Kali Pepe bisa dikembangkan sebagai objek wisata air. Dia mencontohkan Pemkot bisa menyediakan wahana perahu wisata yang di sepanjang Kali Pepe.

"Kalau penataan kali sudah jadi, konsep pengembangannya bisa dimatangkan. Sekarang ini Kali Pepe masih dalam taraf pengerjaan. Konsep pengembangannya seperti apa? Bisa untuk perahu kecil atau lain sebagainya. Yang penting air bisa dimanfaatkan untuk pariwisata dan keperluan pendidikan. Paling tidak air dari Kali Anyar ini tidak terbuang sia-sia," kata Rudy saat ditemui di Loji Gandrung, Minggu (16/7/2017).

Rudy menyampaikan masyarakat mesti mendukung rencana pengembangan wisata air di Kota Solo yang memanfaatkan sarana Kali Pepe. Dia menyebut, masyarakat akan terdampak untung jika wisata air mampu menarik minat wisatawan. Maka dari itu, Rudy mengajak masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai.

"Kali Pepe sudah mulai di-manteling. Jadi jika ada sampah, akan sangat terlihat. Kali Pepe ke depan harus bersih. Kami akan coba setiap segmen di Kali Pepe dipasang filter supaya juga masyarakat tahu. Kalau di ada bagian sungai yang kotor berarti yang membuang sampah adalah orang di sekitar segmen itu. Filter sampah bisa kami buat dengan memasang jaring. Tirtonadi ini nanti akan kami jadikan wisata air," jelas Rudy.

Rudy menambahkan dirinya sudah menemui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada pekan lalu salah satunya untuk meminta pembangunan lahan komersil di lantai atas Terminal Tipe A Tirtonadi bisa segera dikerjakan.

Dia meyakini keberadaan pusat perbelanjaan dan mal di lantai atas Terminal yang kini telah menjadi aset pemerintah pusat tersebut bisa menjadi daya tarik wisata belanja baru di Kota Bengawan. Pengunjung yang datang di Terminal kemudian bisa diarahkan untuk menjajal wahana wisata air di Kali Pepe.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Eko Agus Susanto, menyatakan pengerjaan fisik pembangunan lahan komersil di atas Terminal Tirtonadi tidak bisa dilakukan sesuai rencana pada tahun ini. Dia menjelaskan ada penyesuaian ketentuan yang harus dipatuhi setelah aset Terminal Tirtonadi sekarang diambil alih Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Eko menjelaskan lahan komersil boleh dibangun setelah aset Terminal masuk neraca Kemenhub.

"Mal boleh dibangun setelah aset terminal yang dulu dimiliki pemerintah daerah, sudah masuk neracanya Kemenhub. Sekarang Terminal Tirtonadi bukan lagi barang milik daerah [BMD] tapi barang milik negara [BMN]. Setelah masuk di neraca Kemenhub, aset terminal juga akan dicatat Kementerian Keuangan. Setelah semua itu selesai, terminal baru bisa dibangun," kata Eko.