HUT RI : Pawai Pembangunan Wuryantoro Wonogiri, Tempe Raksasa Ikut Karnaval

Tempe raksasa saat Karnaval pembangunan dan Pawai Budaya di Wonogiri, Sabtu (19/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI - Solopos)
21 Agustus 2017 08:00 WIB Ahmad Wakid Wonogiri Share :

HUT RI di Woogiri diperingati dengan pawai pembangunan

Solopos.com, WONOGIRI -- Tempe raksasa menyita perhatian belasan ribu pasang mata penonton Karnaval pembangunan dan Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Ke 72 Kemerdekaan RI yang digelar Pemerintah Kecamatan Wuryantoro, Sabtu (19/8/2017).

Tempe berukuran lebar 1,2 meter dan panjang 4,5 meter itu dibawa menggunakan mobil bak terbuka dan di atasnya ditutup plastik agar kondisi tempe tetap bersih, aman dari debu jalanan.

"Untuk membuat tempe itu membutuhkan 26 kilogram kedelai, dibuat secara gotong-royong oleh sekitar 30 pengrajin tempe selama tiga hari," kata salah seorang warga pengrajin, Sutarno, 40, warga Pudak, Wuryantoro itu.

Menurutnya, sejak dulu Pudak memang dikenal sebagai sentra pembuat tempe. Sekitar 25-30 keluarga sehari-hari bekerja sebagai produsen sekaligus penjual tempe. "Kami tidak tahu sejak kapan, tetapi sudah turun temurun dari zaman mbah-mbah hingga orang tua kami," ujar Sutarno.

Hal senada disampaikan Karinem ,50, pengrajin tempe lainnya. Diakui, sampai saat ini penggemar makanan berbahan baku kedelai masih relatif banyak.

Buktinya, setiap hari keluarga Karinem mampu menghabiskan sekitar 15 kilogram kedelai. "Pemasarannya tidak ada masalah karena sudah rutin diambil pedagang pasar maupun pedagang warung wedangan atau hik," papar Karinem.

Tempe bikinan pengrajin asal Pudak Wuryantoro harganya relatif murah, namun punya rasa yang enak. Bahan baku kedelai yang dipasok dari koperasi pengusaha tahu-tempe (Kopti) Wonogiri seharga Rp7.500/kilogram, setelah jadi dijual seharga Rp1.000/kilogram.