KISAH INSPIRATIF : Pedagang Hik Klaten Ini Bersedekah Tiap Jumat dengan Menggratiskan Dagangan

Pedagang hik, Nanik Darwati, 39, menggratiskan hidangannya setiap Jumat di Pasar Raya Pedan, Klaten, Jumat (8/9/2017). (Istimewa - Dhonni Elis Febriyanto)
08 September 2017 22:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Kisah inspiratif dari Klaten di mana seorang pedagang hik bersedekah dengan menggratiskan dagangan setiap Jumat.

Solopos.com, KLATEN -- Perempuan muda itu menghapus daftar menu di papan tulis hitam di gerobak hiknya. Ia menggantinya dengan tulisan "Jumat Gratis" besar-besar menggunakan kapur putih.

Di gerobak itu tersaji aneka hidangan seperti bakwan, tempe mendoan, tahu bacem, satai telur puyuh, pisang goreng, tapai goreng, hingga nasi bandeng dan nasi teri. Aneka minuman seperti kopi instan, es teh, es jeruk, dan lainnya tak luput disiapkan. Hik itu siap melayani pelanggannya.

Sejurus kemudian, orang-orang berdatangan menikmati beragam kudapan itu. Tak jarang orang meminta makanan dibungkus untuk keluarganya di rumah. Apalagi hari itu penjualnya sengaja menggratiskan semua makanannya.

Setiap Jumat, Nanik Darwati, 39, memang meniatkan bersedekah sebagaimana diperintahkan ajaran agama. Dalam sejam, semua hidangan di gerobak hiknya yang berada di Pasar Raya Pedan, Klaten, tandas. Paling hanya tersisa beberapa bungkus intip goreng.

Pembeli yang datang belakangan kerap kecele karena hidangannya habis. "Kami hanya ingin bersedekah. Dipilih Jumat karena agama mengajarkan begitu," ujar Nanik seraya menghidangkan segelas teh panas kepada Solopos.com di warung hiknya, Jumat (8/9/2017).

Warga Desa Jeblokan, Ceper, itu baru dua pekan ini berjualan hik. Ia berniat setiap Jumat menggratiskan hidangannya dengan menyasar karyawan pedagang pasar termasuk karyawan pabrik di sekitar Pasar Raya Pedan.

"Jumat lalu kami libur karena Iduladha. Jadi ini kali pertama. Pekan depan, insya Allah saya tambah lagi jumlah dan ragam hidangannya," ujar perempuan berhijab itu sambil membikinkan teh manis untuk dua orang yang baru saja datang.

Saban hari Nanik berjualan hik di tempat yang sama pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan menu yang sama. Nasi bandeng dan aneka gorengan itu merupakan titipan beberapa pedagang.

Menu dan jumlah yang sama juga disajikan pada Jumat Gratis. "Halah wong baru dua pekan buka kok," ujar perempuan itu sembari tersenyum saat disinggung Solopos.com soal omzet per harinya.

Salah satu pengunjung, Dhonni Elis Febriyanto, 29, warga Demangan Kidul, Kecamatan Karangdowo, Klaten, mengaku senang bisa menikmati hidangan cuma-cuma. Apalagi, makanan dan minuan yang disajikannya enak.

"Saya berharap semoga ibu [Nanik Darwati] diparingi [diberi] rezeki melimpah supaya [usaha dan sedekahnya] berjalan sekeco [lancar]," ujar pria yang bekerja sebagai petugas satpam itu.