Hari Ini Ground Breaking, Pembangunan RSUD Semanggi Solo Senilai Rp200 Miliar Dimulai

Lahan RSUD Semanggi di Pasar Kliwon, Solo, mulai diratakan, Kamis (14/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI - Solopos)
22 Desember 2017 06:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Pembangunan RSUD Semanggi Solo dimulai dengan ground breaking hari ini.

Solopos.com, SOLO -- Proyek pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Semanggi, Solo, yang menelan anggaran Rp200 miliar mulai dikerjakan, Jumat (22/12/2017) ini. Ground breaking atau peletakan batu pertama akan dilakukan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

RSUD Semanggi tersebut dipersiapkan menjadi Badan Layanan Usaha Milik Daerah (BLUD) dengan tak profit oriented. Hal itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Rudy kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (21/12/2017). (Baca: http://solopos.com/?p=877037">Lahan RSUD Semanggi Mulai Diratakan Meski 2 Bangunan Warga Belum Dibongkar)

Wacana pembentukan Perusda itu bercermin dari perkembangan RSUD Ngipang, Banjarsari, dari babat alas dengan fasilitas minim, kini menjelma dengan pelayanan yang optimal. “Sekarang pelayanan di RSUD Ngipang sudah jauh lebih bagus dan kepuasan pasien juga terus meningkat,” kata Rudy.

Menurut Rudy, perkembangan RSUD Ngipang berjalan optimal setelah secara mandiri mampu mengelola dana sendiri. Penetapan BLUD mendesak direalisasikan karena lebih fleksibel dalam perekrutan tenaga medis maupun nonmedis di RSUD.

Selain itu, keuntungan lain adalah bujek yang juga fleksibel. Seperti pembelian alat medis atau lainnya tak perlu menunggu penetapan APBD. “Jadi nanti tidak di bawah kendali Dinas Kesehatan. Tapi langsung di bawah Wali Kota,” katanya.

Dalam operasional RSUD itu nanti, Pemkot juga tidak akan membebani RSUD dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan Rudy ingin Direktur Utama RSUD Ngipang Willy Handoko tetap berkecimpung dalam pengembangan RSUD Semanggi ke depan. Bagi Wali Kota, kinerja Willy dianggap cukup memuaskan. (Baca: http://solopos.com/?p=858788">Legislator Tak Yakin Dana Rp25 Miliar untuk RSUD Semanggi Habis Terserap Tahun Ini)

Rudy mengatakan pembangunan RSUD Semanggi akan dikerjakan Pemkot dengan sistem multiyears atau tahun jamak. Proses pembangunan dikerjakan dalam waktu setahun, namun pembayaran dilakukan tiga termin.

Termin pertama tahun ini senilai Rp25 miliar, kemudian 2018 Rp100 miliar, dan 2019 senilai Rp75 miliar. Berjalan dengan itu, Pemkot juga mulai pengadaan sarana dan prasarana infrastruktur operasional rumah sakit.

Rudy menargetkan rumah sakit Semanggi bisa beroperasi pada 2019 mendatang. Pembangunan rumah sakit ini sekaligus sebagai upaya pemkot mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selatan Kota Bengawan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan Pemkot benar-benar ingin mewujudkan RSUD Semanggi sebagai rumah sakit daerah percontohan. Tak hanya soal medis, Pemkot juga akan menata kawasan rumah sakit sebagai lingkungan yang sehat, salah satunya bagian kantin.

“Kantin di RSUD Semanggi akan ditata dengan konsep food court yang nyaman, bersih, dan memenuhi unsur kesehatan,” katanya.