FLYOVER MANAHAN SOLO : Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Dijadwalkan 12-14 Maret

23 Februari 2018 22:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Dishub Kota Solo akan menggelar simulasi manajemen rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan pada 12-14 Maret.

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo sudah menetapkan tanggal pelaksanaan http://solopos.com/?p=896389">simulasi manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) menjelang pembangunan flyover Manahan Solo. Simulasi itu akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut pada Senin-Rabu (12-14/3/2018).

Sebelum menggelar simulasi, Dishub bakal menyosialisasikan skema rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan kepada masyarakat selama dua pekan pada Senin (26/2/2018) hingga Minggu (11/3/2018). Sosialisasi bakal dilakukan Dishub dengan berbagai cara, yakni mulai dari pertemuan dengan mengundang masyarakat terdampak proyek pembangunan flyover, memasang spanduk informasi di lokasi strategis, hingga mengunggah pengumuman ke akun media sosial Dishub maupun Pemkot Solo.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyampaikan Dishub sengaja menggelar sosialisasi cukup lama supaya masyarakat Kota Bengawan tidak bingung baik saat simulasi maupun saat penerapannya. Dishub akan mendorong masyarakat mengira-ngira jalan alternatif mana yang paling tepat untuk dipilih dan jam berapa harus berangkat dari rumah supaya tidak telat di lokasi tujuan.

Dia menyebut proyek pembangunan flyover Manahan bakal dimulai pada 19 Maret. “Kenapa masa sosialisiai agak panjang? Kami ingin masyarakat tahu harus lewat mana dan sebaiknya berangkat jam berapa supaya tidak telat. Kalau masih ada warga yang bicara tidak tahu, berarti ya bukan wong Solo. Dua pekan untuk sosialisasi termasuk lama lo,” kata Hari saat diwawancarai wartawan di Kantor Dishub, Jumat (23/2/2018).

Baca:


Hari belum bersedia membeberkan peta skema rekayasa lalu lintas untuk pembangunan flyover Manahan. Menurut dia, peta tersebut masih perlu diperbaiki lagi. Hari berkomitmen memublikasikan peta skema rekayasa lalu lintas untuk diketahui masyarakat umum pada Senin (26/2/2018).

Hari menyampaikan secara garis besar skema rekayasa lalu lintas yang telah disusun tersebut tidak jauh berbeda dengan skema rekayasa lalu lintas yang pernah dibikin sebelumnya untuk simulasi tahap pertama.

“Prinsipnya skema rekayasa lalu lintas yang tengah kami selesaikan ini tidak berbeda jauh dari skema sebelumnya. Kami hanya melakukan penyempurnaan, seperti crossing sebisa mungkin akan kami tutup semua. Sebut saja crossing kendaraan di Fave Hotel, Taman Kota Kerten dan lain sebagainya. Pokoknya kami buat mengalir saja lah arus lalu lintasnya. Memang mungkin terhambat tapi bisa jalan. Beda kalau crossing, kendaraan macet sampai berhenti,” jelas Hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di Kantor Dishub, hari itu digelar rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah pihak selain Dishub, antara lain perwakilan PT KAI, perwakilan kontraktor pembangunan flyover, Satker PJN Wilayah II Jaten, Dinas PUPR Solo, hingga pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan di Solo yang wilayahnya terdampak proyek.

Lurah Manahan, Irianto, langsung menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan menerbitkan surat pemberitahuan rencana pembangunan flyover untuk disebarkan kepada warga. “Sosialisasi khusus kepada warga, kepala sekolah, komite atau utusan orang tua murid di Manahan akan dilaksanakan di Gedung Graha Kusuma Manahan. Soal waktu pertemuan, kami akan memberi tahu warga lewat surat menyusul,” jelas Irianto.