BENCANA BOYOLALI : Hujan Deras Sebabkan Longsor di Jalur SSB 

23 Februari 2018 20:35 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Hujan deras di wilayah Boyolali, Jumat (23/2/2018), mengakibatkan longsor di jalur Solo-Selo-Borobudur.

Solopos.com, BOYOLALI -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Boyolali, Jumat (23/2/2018), menyebabkan bencana longsor dan banjir di daerah lereng gunung Merapi-Merbabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, saat siang hari tebing di sejumlah titik jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) antara Cepogo-Selo mengalami longsor dengan intensitas ringan. Meski demikian, arus lalu lintas Boyolali-Magelang sedikit terganggu karena material tanah menutup sebagian jalan.

Di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, material tanah yang longsor juga menutup saluran air sehingga air masuk ke halaman balai desa setempat. Akibatnya, air menggerus sekitar talut sehingga talut beserta pagar di atasnya ambruk.

Baca:


Sementara itu, di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, akibat hujan deras aliran air di satu sungai di desa tersebut merusak bangunan jembatan. Bahkan, pagar jembatan yang berada di jalur Selo-Ampel tersebut roboh dan terseret air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bambang Sinungharjo saat diwawancarai mengatakan telah berkoordinasi dengan Bina Marga Jawa Tengah (Jateng) untuk penanganan longsor khususnya di jalur SSB. “Ini saya sedang di lokasi [bencana] Genting. Kami sudah meminta Bina Marga agar mengoperasikan kendaraan loader untuk menyingkirkan material tanah di jalur SSB,” ujarnya melalui telepon.

Sinung menambahkan bencana di Jeruk sudah ditangani warga bersama tim penanggulangan bencana. “Yang di Jeruk sudah ditangani warga dan tim. Jadi untuk sementara ini yang di sana sudah terkendali,” imbuhnya.