INFRASTRUKTUR WONOGIRI : Tambahan 807 Unit PJU bakal Kota Gaplek Lebih Terang

23 Februari 2018 21:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Pemkab Wonogiri mendapat bantuan keuangan dari Pemprov Jateng untuk pengadaan PJU sebanyak 807 unit senilai Rp35 miliar.

Solopos.com, WONOGIRI -- Suasana malam di Wonogiri bakal lebih terang tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat akan memasang lebih dari 800 unit penerangan jalan umum (PJU) senilai Rp35 miliar di seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui Solopos.com di Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Jumat (23/2/3018), menyampaikan proyek pengadaan dan pemasangan PJU bersumber dari bantuan keuangan provinsi (bankeuprov) senilai Rp35 miliar.

Bankeuprov itu naik sekitar 133 persen dibanding tahun lalu yang tercatat Rp15 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk pengadaan 807 unit PJU bertenaga surya menggunakan lampu LED 50 watt.

PJU akan dipasang di sejumlah ruas jalan di seluruh kecamatan, terutama tepi jalan kabupaten sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Tidak menutup kemungkinan PJU juga akan dipasang di jalan provinsi yang selama ini masih gelap saat malam hari. (Baca: http://solopos.com/?p=854929">TP4D Wonogiri Temukan Kesalahan Bestek Pemasangan PJU di 2 Kecamatan)

“Dana untuk alokasi PJU yang diterima kali ini jauh lebih besar. Saya sendiri tak menyangka dapat dana besar. Ini menunjukkan realisasi PJU tahun lalu dipandang baik,” kata Ismiyanto.

Kepala Bidang Angkutan Teknis dan Sarana Prasarana (STSP) Dishub Wonogiri, Sulardi, melanjutkan penentuan lokasi pemasangan PJU akan dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan yang mengetahui kondisi wilayah. Namun, mengenai jumlah PJU untuk setiap kecamatan ditentukan Dishub sesuai dengan kebutuhan.

Dia mencatat ada empat wilayah yang sudah memiliki banyak PJU, yakni Wonogiri, Ngadirojo, Baturetno, dan Selogiri. Sulardi juga akan meminta petunjuk Bupati Joko Sutopo ihwal penentuan lokasi itu. Dishub akan menjalankan proyek sesuai saran dan masukan Bupati, termasuk jika ada lokasi tertentu yang menurut Bupati perlu diberi PJU.

“Pagunya untuk 807 unit PJU. Tapi nanti realisasinya tidak menutup kemungkinan PJU-nya bisa lebih banyak kalau mendapat harga yang lebih murah. Tahun lalu juga begitu, pagu Rp15 miliar untuk 307 unit dengan harga Rp43 juta/unit. Realisasinya dapat harga Rp41 juta/unit, jadi jumlah PJU dapat lebih banyak, yakni 346 unit,” kata Sulardi.

Dia menjelaskan spesifikasi PJU tahun ini masih sama dengan tahun lalu. PJU akan didirikan setinggi 8 meter dari jalan. PJU bergaransi tiga tahun. Jika ada kerusakan, penyedia barang akan menggantinya.

Oleh karena itu mulai 2021 mendatang sudah harus ada anggaran untuk pemeliharaan PJU yang dipasang 2017. Dishub juga harus memiliki anggaran mulai 2022 untuk memelihara PJU yang dipasang tahun ini.

“Ke depan kami akan mengajukan permohonan anggaran pemeliharaan PJU ke provinsi,” ulas Sulardi.

Realisasi pengadaan PJU 2018 membutuhkan anggaran pendamping untuk keperluan survei lokasi, membayar pengawas, pengadaan alat tulis kantor (ATK), dan sebagainya. Sulardi meyakini anggaran pendamping tak lebih dari Rp200 juta.

Di sisi lain Dishub tetap akan menggandeng Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mengawal proyek. Hal itu untuk memastikan realisasi berjalan sesuai aturan.