PENCURIAN KLATEN : Maling Gondol Perhiasan Ratusan Juta Rupiah dari Rumah Kades Pakisan

13 Maret 2018 18:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Rumah Kades Pakisan, Cawas, Klaten, disatroni pencuri, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah raib.

Solopos.com, KLATEN -- Rumah Kepala Desa (Kades) Pakisan, Kecamatan Cawas, F.X. Dedy Sukardi, disatroni maling, Selasa (13/3/2018) siang. Dari kejadian itu, uang senilai Rp19 juta dan perhiasan senilai Rp250 juta raib.

Dedy mengatakan saat kejadian kondisi rumah kosong. Pintu-pintu rumah terkunci. Saat itu, Dedy berada di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten untuk mengikuti sidang. Sementara istrinya berada di salon untuk bersiap menghadiri pelantikan perangkat desa sesuai hasil penyesuaian struktur organisasi tata kerja pemerintah desa terbaru.

“Yang pulang lebih dulu ke rumah itu istri saya setelah duhur [sekitar pukul 12.00 WIB]. Kalau saya langsung ke balai desa yang berada di seberang rumah saya. Istri kemudian menelepon saya memberi tahu rumah sudah dalam kondisi acak-acakan,” kata Dedy saat dihubungi Solopos.com, Selasa sore.

Dedy yang mendengar informasi itu lantas pulang. Ia mendapati kondisi barang-barang di kamarnya sudah acak-acakan. Tak hanya itu, uang dan perhiasan yang disimpan dalam lemari raib. (Baca juga: http://solopos.com/?p=864863">Rumah Guru Cawas Diacak-Acak Maling Hingga Rugi Rp156 Juta)

“Ada uang Rp19 juta dan emas termasuk berlian kurang lebih nilainya Rp250 juta hasil mengumpulkan sejak muda dulu sebagai investasi,” ungkapnya.

Ia lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Cawas. Pencuri diperkirakan masuk melalui pintu belakang setelah mendobrak. Hal itu berdasarkan kerusakan pada gerendel pintu belakang.

Diduga pelaku sudah mengetahui tempat Dedy menyimpan uang dan perhiasannya menyusul kondisi acak-acakan hanya terjadi pada satu kamar. Dedy menjelaskan tak ada warga atau masyarakat di sekitar lokasi yang mengetahui ada orang-orang mencurigakan masuk ke rumahnya pada Selasa siang.

Rumah Dedy berada tak jauh dari jalan raya serta berada di seberang sekolah dan kantor desa. “Tidak ada yang tahu orang-orang mencurigakan masuk ke rumah,” jelas dia.

Peristiwa itu sudah dilaporkan dan ditangani kepolisian. Dedy berharap para pelaku segera tertangkap.