KISAH INSPIRATIF : Jumariyanto "Regar Sport", Produsen Jersey Wonogiri Kini Beromzet Rp2,4 Miliar

20 Maret 2018 19:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Wonogiri Share :

Produsen jersey asal Wonogiri Regar Sport mendapat pesanan dari berbagai negara.

Solopos.com, SOLO – Dengan semakin berkembangnya dunia internet, bisa dibilang apapun dapat dipromosikan secara online. Sebuah karya dari daerah terpencil pun bisa mendunia saat dipromosikan dengan tepat. Hal itu sekiranya dapat menggambarkan apa yang dicapai Jumariyanto, 36, bersama Regar Sport.

Jumariyanto merupakan warga Giritirto, Wonogiri yang sejak 2014 merintis usaha bernama Regar Sport. Usaha tersebut bergerak di bidang garmen,

[caption id="attachment_904490" align="alignleft" width="352"]http://images.harianjogja.com/2018/03/Produk-seragam-Voli-buatan-Regar-Sport-regarsport.com_.jpeg">http://images.harianjogja.com/2018/03/Produk-seragam-Voli-buatan-Regar-Sport-regarsport.com_-352x320.jpeg" alt="Produk seragam Voli buatan Regar Sport (regarsport.com)" width="352" height="320" /> Produk seragam Voli buatan Regar Sport (regarsport.com)[/caption]

khususnya memproduksi kostum-kostum jersey olahraga.

“Dulu awalnya kami by riset, kemudian memutuskan untuk gerak menjadi produsen jersey voli,” jelas pemilik Regar Sport, Jumariyanto, saat berkunjung ke Griya Solopos, Selasa (20/3/2018).

Sebagai penjual online, sampai awal 2018 ini Jumariyanto tak memiliki gerai untuk memamerkan produknya. Seluruh usahanya sepenuhnya melalui Internet. Promosinya pun dilakukan hanya melalui Facebook.

Untuk mengembangkan usahanya, Jumariyanto tak menjual produknya seorang diri. Dia memanjangkan jangkauan melalui agen-agen yang berada di berbagai kota.

“Awalnya sistem kami pakai customer service untuk menerima pesanan, tapi semakin lama kewalahan, akhirnya dibuka sistem agen,” jelas Jumariyanto.

Dari penjelasannya, agen ini mirip reseller. Mereka mendapat konten yang akan dijual dari Regal Sport, kemudian saat terjadi close order, pesanan dikirim ke Regal Sport untuk diproses.

Berawal dari jersey voli, Regar Sport sudah melayani jersey Sepak Bola, dan Balap. Bahkan, perkiraan  omzet untuk Maret 2018 mencapai Rp2,4 milair.

“Voli masih paling laris, sekarang sudah ada bola dan, racing, berdasarkan analisa pesanan hingga sekarang, akhir bulan nanti bisa mencapai omzet Rp2.4 miliar,” terang Jumariyanto.

Untuk mencapai titik seperti sekarang ini, tak semudah membalikkan tangan. Jumariyanto mengawali usahanya dari nol. Lulusan IPDN yang kini menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri itu sempat menjadi reseller. Ia menjual produk milik orang lain.

Usaha Sendiri

Berbekal keinginan untuk lebih maju, Jumariyanto mencoba membuka usahanya sendiri. Waktu itu modal menjadi masalah utama. Pengajuan ke beberapa bank ditolak.

Akhirnya Jumariyanto menggadaikan sepeda motornya dengan modal senilai kurang lebih Rp10 juta. Uang itu ditukar dengan tiga mesin jahit sebagai alat produksi.

Masalah tak berhenti sampai disitu. Diceritakan Jumariyanto uang untuk membeli bahan baku menjadi tantangan utama di awal-awal merintis Regal Sport.

“Dulu itu pegawai diminta tetap berangkat ke penjual kain. Mereka akan beli kalau nanti ada uang, kalau tidak ya pulang tangan hampa,” ucap Jumariyanto.

Hasil dari promosi online yang tertarget, Regar Sport pun mendunia. Produk olahraga Flypower Korea Selatan memesan jersey ke Regar Sport. “Flypower Korea Selatan pesan ke kami, tapi produk mereka tak dijual di Asia, lebih ke Eropa dan Amerika Serikat,”jelas Jumariyanto.

Semakin besar usahanya, Jumariyanto melakukan berbagai inovasi di perusahaannya. Di perusahaan dengan pegawai mencapai 300 orang itu ia mengaku tak menjadikan ijazah sebagai syarat melamar pekerjaan dan menerapkan jenjang karier mirip PNS.

“Jadi rekrutmen kami tak mewajibkan adanya ijazah, intinya mereka mau belajar, nanti di perusahaan karakternya kami bangun,” tegas Jumariyanto.

Dengan semakin majunya Regar Sport, Jumariyanto berencana untuk melakukan perluasan produk. Dia akan memproduksi merk clothing, produk batik, ditambah produk yang sebelumnya sudah ada. Bedanya, produk-produk ini nantinya akan diberi gerai di beberapa kota yang lokasi pastinya sedang ditentukan.