BENCANA KLATEN : Puluhan Rumah Tertimpa Pohon Tumbang akibat Puting Beliung di Tulung

21 Maret 2018 22:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Puting beliung menumbangkan pohon-pohon hingga menimpa puluhan rumah di Tulung, Klaten.

Solopos.com, KLATEN -- Puluhan rumah di empat desa wilayah Kecamatan Tulung, Klaten, tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung dan hujan deras, Rabu (21/3/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Keempat desa itu meliputi Mundu, Kemiri, Sedayu, dan Pomah.

Camat Tulung, Rohmat Sugiarto, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, seorang anak kecil, Astuti, siswi kelas VI SD, sempat dilarikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Jatinom karena terluka kena pohon.

Astuti hanya mengalami luka ringan dan diizinkan pulang. Hingga kini, jumlah rumah terdampak, keluarga, dan jiwa termasuk nilai kerugian materi masih dihitung. "Jumlah rumah yang tertimpa pohon dan nilai kerugian masih terus kami hitung," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu malam.

Ia menerangkan puluhan rumah yang tertimpa pohon rata-rata mengalami kerusakan ringan. Kawasan perkampungan di lereng merapi biasanya kawasan jarang permukiman.

Bagian rumah yang tertimpa pohon hanya sebagian seperti ruang tamu, dapur, teras, dan lainnya. Dengan begitu, penghuni rumah belum memerlukan evakuasi.

"Penanganan darurat dilakukan bersama warga dan sukarelawan siaga bencana. Kegiatan dilanjutkan assessment bencana untuk dilaporkan kepada bupati besok," sambung dia.

Di Trucuk, puluhan pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin, Rabu sore. Setidaknya ada sembilan pohon tumbang yang ditangani sukarelawan dibantu warga dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Secara terperinci, kesembilan pohon tumbang itu antara lain dua pohon jati di jalan raya Trucuk-Cawas hingga menutup akses jalan raya, empat pohon tumbang di depan Balai Desa Bero dan sekitar lapangan, serta satu pohon munggur berdiameter 70 sentimeter di barat Dukuh Ngentak, Desa Sajen, menutup akses jalan.

Tak hanya itu, satu pohon di tanggul Kali Cino dan satu pohon menimpa kandang sapi di Dukuh Wonorejo, Desa Sajen. Tak ada korban jiwa dalam kasus pohon tumbang di Trucuk.

"Sembilan pohon itu hanya sebagian dari puluhan yang tumbang. Biasanya pohon-pohon itu dianggap membahayakan atau menggangu kelancaran lalu lintas, berada di objek vital, dan butuh penanganan segera. Sisanya ditangani warga mandiri," kata Camat Trucuk, B. Haryoko, saat dihubungi Solopos.com, Rabu malam.

Menurut Haryoko, di Trucuk kerap terjadi pohon tumbang karena kebanyakan jenis pohon yang ditanam berakar serabut. Upaya pemangkasan dahan dan ranting pohon kerap digelar warga untuk antisipasi.

"Namun, hujan deras dan angin tidak bisa diprediksi. Sebetulnya Trucuk itu termasuk endemik pohon tumbang," terang dia.