BENCANA KLATEN : Puting Beliung Rusak 32 Rumah dan 1 Masjid di Tulung

22 Maret 2018 18:05 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Bencana Klaten, puting beliung yang melanda Trucuk menyebabkan puluhan rumah rusak.

Solopos.com, KLATEN -- Bencana puting beliung yang menerjang empat desa di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (21/3/2018) sore, mengakibatkan 32 rumah dan satu masjid rusak. Kerugian material ditaksir mencapai Rp185 juta.

Puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu melanda Desa Pomah, Desa Mundu, Desa Sedayu, dan Desa Kemiri. Secara terperinci, angin merusak 11 rumah di Mundu, 7 rumah di Sedayu, 3 rumah di Pomah, 11 rumah dan satu masjid di Kemiri.

"Seorang anak warga Margoasri, Mundu, [bernama Astutik] sempat dilarikan ke PKU Muhammadiyah Jatinom namun langsung diperbolehkan pulang," kata Camat Tulung Rohmat Sugiarto kepada solopos.com, Rabu (21/3/2018) malam.

Ia menjelaskan pada malam itu juga ada satu keluarga terpaksa menginap di rumah tetangga karena rumah mereka rusak parah.
Pihaknya berinisiatif membuka donasi untuk membantu para korban merehab rumah yang rusak. Donasi diterima hingga Sabtu (24/3/2018). (baca: http://solopos.com/?p=904882" target="_blank">Puluhan Rumah Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Puting Beliung di Trucuk)

Hingga Kamis sore pukul 16.00 WIB dana terkumpul lebih dari Rp18 juta. Donasi itu akan dibelikan semen dan dibagikan kepada para korban Sabtu. "Hasil donasi akan diserahkan Sabtu disaksikan para donatur dan sukarelawan. Semoga besok Sabtu menjadi ajang kebersamaan, persatuan, keterbukaan, dan lainnya," harap Camat.

Di Trucuk, puluhan pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin, Rabu sore. Setidaknya ada sembilan pohon tumbang yang ditangani oleh sukarelawan dibantu warga dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

"Sembilan pohon itu hanya sebagian dari puluhan yang tumbang. Biasanya pohon-pohon itu dianggap membahayakan atau menggangu kelancaran lalu lintas, berada di objek vital, dan butuh penanganan segera. Sisanya ditangani warga mandiri," kata Camat Trucuk, B. Haryoko, saat dihubungi Rabu malam.

Menurut Camat, di Trucuk kerap terjadi pohon tumbang karena kebanyakan jenis pohon yang ditanam berakar serabut.