Akhirnya! Pemkab Klaten Usulkan Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalur Evakuasi Merapi

Ilustrasi jalur evakuasi Merapi (Agoes Rudianto/JIBI - Solopos)
31 Maret 2018 11:25 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Pemkab Klaten usulkan Rp100 Miliar untuk perbaikan jalur evakuasi Merapi.

Solopos.com, KLATEN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengucurkan anggaran Rp100 miliar guna perbaikan jalur evakuasi di wilayah lereng Gunung Merapi.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan usulan tersebut sudah dilayangkan sejak sebulan lalu. pengusulan ke BNPB lantaran jalur tersebut berkaitan dengan kebencanaan guna memperlancar proses evakuasi jika sewaktu-waktu erupsi Gunung Merapi.

Jalur-jalur itu selama ini kerap dilintasi truk galian C dari lokasi pertambangan di wilayah Kecamatan Kemalang.

“Mudah-mudahan itu terealisasi tahun ini, kalau tidak ya 2019. Itu kan jalur evakuasi sekaligus jalur wisata,” kata Mulyani saat ditemui seusai menghadiri peresmian Gedung Kampus 2 IAIN Surakarta di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kamis (29/3/2018).

Terkait kenaikan pajak mineral bukan logam dan batuan (minerba) yang drastis sejak tahun lalu, Mulyani mengatakan pendapatan pajak yang diperoleh tak cukup untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan.

Tarif pajak minerba meningkat dari RP25.000/rit menjadi Rp125.000/rit sejak Oktober 2017. Pada 2018, pajak minerba ditarget menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp14 miliar.

Selama ini, sumbangan terbanyak pajak galian C berasal dari truk yang mengambil material dari lokasi pertambangan di Kecamatan Kemalang.

“Kalau hanya mengandalkan dari kabupaten tentu tidak kuat walau pajak naik tetapi itu tidak bisa [untuk memperbaiki seluruh jalur evakuasi yang rusak]. Makanya kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Pusat,” kata dia.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan infrastruktur masih jadi fokus pembangunan hingga 2020 khususnya  jalan. Dari 800 km jalan di Klaten, baru 320 km dalam kondisi bagus dan dibuat dengan metode beton.

Bambang menjelaskan jika 800 km itu dicor secara keseluruhan, akan membutuhkan dana sebesar Rp1,2 triliun. Sedangkan, jika diperbaiki dengan aspal hanya menghabiskan sekitar Rp509 miliar

Menurut dia, sebagian jalur evakuasi diusulkan mendapat alokasi dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Jalur itu yakni ruas antara Kantor Kecamatan Karangnongko melewati wilayah Desa Jiwan, Karangnongko hingga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Pada 2018, ruas jalan antara Kantor Kecamatan Karangnongko dan Desa Jiwan dibeton menggunakan dana APBD provinsi senilai Rp4,5 miliar.

“Titik akhirnya sampai mana persisnya kurang tahu. Yang jelas titik awalnya dari kantor Kecamatan Karangnongko,” katanya.

Bambang menjelaskan usulan anggaran dari APBD provinsi guna melanjutkan perbaikan jalur evakuasi antara ruas Karangnongko hingga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang sudah kembali diusulkan.

Usulan itu untuk betonisasi jalan antara ruas Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko hingga Pasar Surowono, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang. Usulan anggaran yang diajukan Rp10 miliar.

“Pada 2019 mudah-mudahan itu disetujui. Harapannya, pada 2020 itu tersisa ruas selanjutnya hingga Desa Tegalmulyo bisa diusulkan kembali,” kata dia.

Bambang mengatakan perbaikan jalur di wilayah lereng Gunung Merapi termasuk jalur evakuasi sudah dilakukan secara bertahap. Perbaikan dilakukan dengan pengeoran jalan lantaran banyak truk galian C yang melintas. Soal kenaikan tarif pajak galian C, ia menjelaskan pendapatan yang diperoleh belum cukup memperbaiki seluruh ruas jalan.

“Tahun ini targetnya [pajak galian C] sekitar Rp14 miliar. Untuk mengecor jalan, itu hanya bisa sepanjang 3,5 km,” kata dia.